Artikel Pendidikan    // artikel tentang pendidikan Indonesia
 ArtikelPendidikan.com    Forum     Ngobrol Yuk!     Contact Us   
Forum Artikel Pendidikan › KAJIAN TENTANG PENDIDIKAN

KAJIAN TENTANG PENDIDIKAN

Asri © Sabtu, 15 Juni 2013 | 20:56 WIB
1.	Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting arti dan maknanya dalam kehidupan
manusia, tanpa adanya pendidikan niscaya dunia ini tidak akan berubah, bahkan manusia
sendiri tidak akan dapat mengembangkan dirinya. Sebagai makhluk yang ditugaskan untuk
memimpin dunia manusia diberi akal dan fikiran, namun akal dan fikiran itu tidak akan
bekerja dengan baik apabila tidak diasah, salah satu cara mengasah akan dan fikiran adalah
mengikuti pendidikan. Oleh karena itu, kedudukan pendidikan memegang peranan vital dalam
kehidupan manusai. Untuk itu perlu kita ketahui apa sebenarnya arti  pendidikan itu.
Menurut Langeveld pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih
memerlukannya dalam Sutari, 1987 : 25). Pendapat ini kiranya belum begitu mendetail dalam
menjelaskan arti pendidikan, di mana Langveld hanya menyatakan bahwa pendidikan hanya bagi
orang yang membutuhkannya saja, sedangkan pada hakikatnya pendidikan itu dibutuhkan oleh
semua orang. Oleh kerena itu, penulis akan mengetengahkan sebuah terori tentang pendidikan
yang diungkapkan oleh Johen Dewey (dalam Syaful, 2008 : 4), ia mengatakan bahwa pendidikan
adalah proses yang tanpa akhir (Educaton is the proces without end), dan pendidikan
merupakan proses pembentukan kemempuan dasar yang pundamental, baik menyangkut daya fikir
(daya intlektual), maupun daya emusional (perasaan) yang diarahkan kepada tabiat manusia
dan kepada sesamanya. Pendapat ini menunjukkan bahwa pendidikan dipandang dapat membentuk
manusia menjadi apa saja yang diinginkan oleh pendidiknya. 
Pendapat lain menyatakan bahwa pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dengan
peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan
pendidikan (Nana Syaodik, 2004 : 10). Sementara itu dalam Undang-Undang Republik Indonesia
No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I Ayat I dinyatakan bahwa
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlah mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraā€¯(Depdikbud,
2003: 2). 
Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah
usaha sadar untuk mengembangkan jiwa seseorang ke arah kedewasaan melalui proses
pembelajaran untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian dan daya fikir peserta didik.
Namun merlu diingat bahwa pendidikan bukan sekedar proses pengolahan informasi, bukan
hanya dilakukan di dalam kelas atau di sekolah, dan bukan pula berorientasi kepada hasil
belajar saja, tetapi pendidikan itu merupakan usaha yang komples untuk membentuk manusia
menjadi makhluk yang berbudaya dan mampu memenuhi kebutuhan anggotanya, serat mampu
menyesuaikan diri dengan anggota masyarakat tempat hidupnya.

2.	Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan merupakan tempat berlangsungnya pendidikan, dalam kenyataannya
pendidikan itu tidak terbatas oleh ruang dan waktu, pendidikan bukan hanya dilakukan di
sekolah saja, tetapi lebih luas dari itu pendidikan dapat dilakukan ditempat-tempat lain
dan dalam waktu yang tidak tertentu. Pendidikan bukan hanya belajar membaca, menulis, dan
meghitung, namun pendidikan itu merupakan usaha untuk meyiapkan individu untuk menyongsong
masa depannya atau denga kata yang simple tapi kompleks, pendidikan itu adalah wahana
untuk membentuk manusia menjadi manusia yang seutuhnya, bermartabat, dan bermoral. Terkait
dengan lingkungan pendidikan, sejak baru lahir kita mulai mengenyam pendidikan dalam
lingkungan keluarga, selanjutnya pada usia yang sudah ditetapkan,  misalnya di Indonesia
pada usia 6 atau tujuh tahun kita mulai memasuki lingkungan pendidikan formal yakni di
lingkungan Sekolah Dasar dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi hingga Perguruan
Tinggai, namun ada lagi lingkungan pendidikan yang sangat luas dan memiliki peranan yang
besar bagi manusia yaitu lingkungan pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, dalam
pelaksanaan pendidikan kita tidak bisa terlepas dari lingkungan pendidikan yang secara
garis besarnya dibagi menjadi 3 yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan
lingkungan masyarakat. Proses pendidikan selalu berlangsung dalam suatu lingkungan yang
disebut dengan lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik, sosial, intlektual,
dan nilai-nilai. 
Nana Syodik (2004 : 5) menjelaskan bahwa lingkungan fisik terdiri atas lingkungan alam dan
lingkungan buatan manusia, yang merupakan tempan dan sekaligus memberikan dukungan dan
kandungan-kandungan juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. 
1.	Lingkungan sosial merupakan lingkungan pergaulan antara manusia, pergaulan antara
pendidik dengan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam intraksi
pendidikan. 
2.	Lingkungan intlektual merupakan kondisi yang mendorong dan menunjang pengembangan
kemampuan berfikir. Sedangkan lingkungan nilai-nilai terkait dengan lingkungan pergaulan
peserta didik dalam disiplin-disiplin yang telah diterima dalam lingkungan keluarga dan
dilanjutkan dilingkungan sekolah supaya peserta didik mampu bergaul dengan masyarakat
sekitarnya.
Pendapat yang diajukan oleh Nana tersebut memandang pendidikan secara umum, oleh karena
itu ia hanya membagi lingkungan pendidikan menjadi 2 yaitu lingkungan sosial dan
lingkungan intlektual. Menurut cermat penulis lingkungan sosial ini lah yang dibagi
menjadi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sedangkan lingkungan yang kedua
yaitu lingkungan intlektual merupakan lingkungan diri seseorang yang ditentukan oleh
faktor intersen orang tersebut. Namun Slameto (1995 : 60) membagi lingkungan pendidikan
menjadi tiga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Pendidikan yang paling awal adalah pendidikan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga,
untuk memperdalam pengetahun seorang anak, maka ia pelu dimasukkan dalm lingkungan sekolah
yang merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dengan cara sistematis dan dengan
ketetapan-ketetapan tertentu, selain itu pendidikan juga bisa didapatkan dalam lingkungan
masyarakat melalui pergaulan dengan masyarakat sekitar dan pada lingkungan masyarakat
inilah peserta didik menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkannya
dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. 
Pendidikan dalam lingkungan masyarakat lebih bersifat terbuka jika dibandingkan dengan
lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Dalam lingkungan masyarakat ini seseorang
dapat mempelajari seluruh aspek kehidupan dengan semua sumber belajar yang ada dalam
lingkungannya. Dalam lingkungan masyarakat ini sesorang dapat melakukan pendidikan dengan
metode pembelajaran yang mencakup semua bentuk intraksi dan komunikasi antara orang, baik
secara langsung ataupun tidak langsung, menggunakan media cetak, ataupun elektronik.
Pendapat ke dua ini adalah penjelasan dari pendapat yang pertama namun kiranya dengan ini
kita dapat memahami bahwa lingkungan pendidikan itu terdiri dari lingkungan fisik dan
lingkungan nonfisik, di mana lingkungan fisik adalah tempat melakukan pendidikan seperti
gedung sekolah, peralatan dalam bidang pendidikan, media pendidikan, dan sebagainya.
sedangkan lingkungan non fisik terdiri dari intlektual, motivasi, dan emosi atau
kejiwaan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan pendidikan adalah tempat
dilaksanakannya pendidikan, di mana lingkungan pendidikan itu terdiri dari lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat sebagai tempat melakukan
pendidikan yang lebih luas dan tampa batasan ruang dan waktu. Dan secara spesifik
lingkungan pendidikan dibedakan menjadi lingkungan fisik dan non fisik.

3.	Sistem dan Proses Pendidikan
a.	Sistem pendidikan
Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani, yaitu Systema yang berarti keseluruhan sesuatu
yang terdiri dari bagian-bagian. Selanjutnya dalam pengertian yang lebih luas banyak akhli
yang mendefinisikan sistem dengan cara dan pendekatan yang berbeda-beda. Nawawi (1983 :
17) mengemukakan bahwa sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berkaitan yang
secara bersama-sama diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Kemudian Murdick
(dalam Sagala, 2008 : 9) mengatakan bahwa sistem adalah seperangkat unsur yang melakukan
sesuatu atau membuat skema secara dalam rangka mencapai tujuan dengan mengolah data dan
atau  energi dan atau barang dalam jangka waktu tertentu guna menghasilkan informasi,
energi, dan hal benda. Dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bahwa sistem
adalah keseluruhan himpunan bagian-bagian di mana satu sama lainnya berintraksi dan
bersama-sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan untuk mencapai suatu tujuan dalam
suatu organisasi.
Selanjutnya Sagala (2008 : 9) mengatakan bahwa sistem pendidikan adalah suatu keseluruhan
yang terbentuk dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam mengubah
masukan menjadi hasil yang diharapkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan
adalah suatu kesatuan organisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang memiliki fungsi yang
saling berkaitan dan saling melakukan intraksi untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan. Di Negara Indonesia digunakan suatu sistem pendidikan yang ditetapkan oleh
pemerintah Negara Republik Indonesia, sistem pendidikan tersebut dikenal dengan bama
sistem pendidikan nasional. 
Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa  Sistem
pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara
terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya dijelaskan pula bahwa
sistem pendidikan nasional adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan pada jalur formal, non formal, dan informal. 
Dalam pasal 1 UU SPN N0. 20 Tahun 2003 dijelaskan juga mengenai unsur-unsur pendidikan,
yang terdiri dari :
1.	Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan
tertentu. 
2.	Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga kependidikan yang dimaksud di sini adalah
orang-orang yang membantu kelancaran penyelenggaraan proses belajar mengajar, oleh karena
itu yang termasuk dalam tenaga kependidikan adalah Tata Usaha.
3.	Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor,
pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai
dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
4.	Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
5.	Komite sekolah/madrasah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali
peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.
b.	Proses pendidikan
Proses adalah pelaksanaan suatu perubahan pada suatu objek atau organisme. Lebih lanjut
Nurhasanah (2007 : 568) mengartikan kata proses sebagai suatu runtutan perubahan
(peristiwa) dalam perkembangan sesuatu atau dengan kata lain serangkaian tindakan
pembuatan atau pengolahan sesuatu yang menghasilkan produksi. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa proses adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk
mengubah sesuatu yang pada akhirnya akan mengeluarkan hasil atau produksi. 
Proses pendidikan adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh komponen unsur-unsur pendidikan
untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan dalam
pendidikan. Menurut Sagala (2008 : 15) fungsi proses pendidikan adalah pendidik sebagai
emansipator yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada anak didik untuk mengembangkan
bakat, minat, dan perhatiannya dalam proses belajar mengajar, sehingga ia mampu melakukan
penjelajahan (ekplorasi) terhadap lingkungan sekitarnya. Maka dalam hala peroses
pendidikan ini dapat kita lihat adanya intraksi antara guru dengan murid dalam proses
belajar mengajar, di mana guru memberikan pelajaran kepada peserta didik sesuai dengan
kurikulum yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan siswa bertugas menerima pelajaran dan
berhak untuk melontarkan pertanyaan dan usul kepada guru mengenai materi ajar yang sedang
dibahas. Namun kenyataannya di lapangan dalam proses pendidikan guru sering mengeluh
karena kurang kompeten dalam bidangnya yang disebabkan oleh kurangnya bimbingan profesi
yang didapatkan dari pemerintah. 
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses pendidikan melibatkan semua unsur
pendidikan, di mana guru melaksanakan kurui kulum pelajaran untuk disampaikan kepada
peserta didik, dalam penyelenggaraan pendidikan guru dan kepala sekolah dibantu oleh
tenaga kependidikan dan komite sekolah beserta masyarakat dan wali murid peserta didik
yang mengikuti pendidikan pada sekolah tersebut.
Ingin membahas topik ini? Tinggalkan komentar Anda:  
 
Nama:  
Website:  
Email:  
Nomor HP:  
Nama tokoh wayang:  gatot
 


Copyright © 2014 Artikel Pendidikan   |   About   Privacy   Contact