Artikel Pendidikan

   // artikel tentang pendidikan Indonesia
 ArtikelPendidikan.com    Forum     Ngobrol Yuk!     Contact Us   
Artikel Pendidikan
Selamat datang di ArtikelPendidikan.com. Kami menerima sumbangan artikel dari Anda. Sebagai penulis, nama dan data singkat Anda akan dicantumkan di akhir tulisan.

ArtikelPendidikan.com

Berikan komentar di sebelah kanan.

tio: mana artikelnya
Zet_eM: :-o gabung ahhhh
JULITA: Tlong buatkan artiel sejarah,donnkk :-)
ahmad khusein: :-) ijin gabung
Laxmi: dwmack:Turkey Dive on the 24th (November) tentative site is Marmont sertet Boat Launch in Niles at 1300 hrs. Depending on the weather and river conditions the site may change so its important you contact a club officer to confirm location before you leave for the dive.
Puji: lebih baik manakah antara Boss dan Leader?
apriliana kd: suzzssaaahhh beudd. . . . gk bza buat artikel pendidikan. . . :-x :cry:
DIAN MARCO: yaaaa gitu deh
Tamber: When millions of QuotesChimp are more knowledgeable, the ag�gregate impact on the insurance industry will be to make it more efficient and more responsive to your needs.
jhy_gates: ofesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002). Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum b
nita wildani: mna artikel nya???
afif: Bila kita mau jujur, bahwa yanag namaanaya pendidikan adalah tanggungjawab semua unsur yang hidup dalam masyarakat. Tetapi, sementara ini pendidikan dipercayakan kepadsa lembaga atau institusi "sekolah". Sementara keluarga dan masyarakat, masih sedikit kalau tidak dapat dibila "hampir" tidak merasa bersalah saat menyeraahkan bulat-bulat anak-anaknya untuk dididik di lembaga sekolah. Padahal, berapa lama sih anak-anak berada di lingkungan sekolah ? sementara di luar sekolah anak-anak waktunya lebih banyak. Yaitu mulai pulang dari sekolah, diperjalanan, samapai rumah, kemudian bermain dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggal. Tetapi semuanya itu tidak menjadi perhatian dari orang tua, dan masyarakat secara bersama-sama. Bahhkan kadang-kadang di rumah sendiri anak-anak jarang bertemu dengan bapak dan ibunya. Karena keduanya sibuk sendiri-sendiri dengan berbagao aktivitas keseharian. Sementara sesampai di rumah anak-anak cuma ditemani oleh pembantu rumah tangga. Kemudian karena merasa jenuh di rumah anak-anak bermain dengan teman-temannya yang sebaya di lingkungan tempat tingga. Nah disaat itulah an-anak memperoleh berbagai pengalaman dari sekitar yang bila tanpa kontrol orang tua (sebut orang dewasa) yang peduli kepada anak-anak untuk tidak memperoleh pengaruh dari hal-hal yang tidak menguntungkan bagi diri sendiri dan oranmg lain, anak-anak akan tumbuh dan berkembang baik pisik, maupun psikis (kejiwaannya) sesuai dengan apa yang diperoleh dari pengamalan hidup keseharian. Tentuanya bila yang diperoleh "baik" akan menjadi baik. Tapi sebaliknya, bila yang diperoleh hal-hal yang "tidak baik" maka akan memberi pengaruh yang tidak menguntungkan bagi diri sendiri dan juga orang lain. Disinilah peran oran g tua dan seluruh anggota masyarakat untuk peduli kepada anak-anak tanpa harus melihat apakah anak sendiri atau anak orang lain. Kesadaran orang dewasa untuk mmemperhatikan anak-anak sejak dini untuk memperoleh asupan nilai-nilai yang dapat menghantarkan menjadi orang dewasa yang memiliki kehandalan dalam penguasaan ilmu dan teknologi tetapi tidak gersang jiwanya sangat penting. Yaitu dengan terus menerus member bimbingan dan dengan penuh tanggungjawab menghantar anak-anak untuk memiliki dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan sekaligus memiliki mental 9jiwa) yang kuat berdasar pada nilai-nilai agama yang diyakini. Karena agama memberikan benteng dari berbagai pebuatan yang tidak memberikan manfaat dan kegunaan bagi diri si pelaku dan juga bagi yang lain (sebut lingkungan). Sekali lagi nilai agama yang menjadi benteng kehidupan manusia dalam hal ini anak-anak untuk mampu tumbuh dan berkembang menjadi insan dewasa yang bermanfaat, berguna, dan dapat menerima serta melaksanakan amanat sang pencipta (dalam Islam Allah SWT) sebagai khalifatul ardhi. dan tuga utamanya adalah untuk menebar rahmah bagi seluruh alam semesta. Semoga kita sadar sebagai orang dewasa, dengan memberi contoh teladan kepada anak-anak yang baik dan sekaligus membimbing anak-anak magar dapat tumbuh dan berkembang menjadi dewasa yang sesuai dengan fitrahnya. wallahu a 'alam bisshoab.
 
Ada 320 komentar. Lihat semua komentar
Klik di sini untuk memberi komentar
Regita love M.r.c Ω Senin, 24 Oktober 2011 | 08:09 WIB
artikelnya mna. .? ?
  Help me...
Q mMbutuhkannya. . .        
Artikel Pendidikan: edit 8
syafar £ Senin, 24 Oktober 2011 | 15:59 WIB
bosen kya gni trrrrruuuzzzzzzzzzzzzzzz
dian indah sukma @ Selasa, 25 Oktober 2011 | 14:56 WIB
memang pendidikan itu sangat penting bagi masa
depan,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!SEMANGAT,,,,!!!!
fathin Selasa, 25 Oktober 2011 | 19:51 WIB
perpustakaan adalah gudang ilmu        
        
irfan ozil λ Selasa, 25 Oktober 2011 | 19:55 WIB
buku adalah gudang ilmu.               
                       
                    
                    
                 
                   
                     
                    
            from:irfan ozil
4ndhecha % Selasa, 25 Oktober 2011 | 19:58 WIB
kang3nzz gueh niwch samaw esdeh cemyungudyah follow twitter guqzz
yaxxx @m3lowkisscyungzzkamoeh
nasrudin Rabu, 26 Oktober 2011 | 08:48 WIB
pendidikan itu sangat mahal yah...
arifin @ Jumat, 28 Oktober 2011 | 14:49 WIB
olaa š Jumat, 28 Oktober 2011 | 21:28 WIB
heuu   nyari artikel susah  
mahir okky @ Minggu, 30 Oktober 2011 | 07:51 WIB
mudah mudahan pendidikan di indonesia lebih baik
Laela Rina Pratiwi ¢ Senin, 31 Oktober 2011 | 15:07 WIB
mudah- mudahan dunia pendidikan di Indonesia semakin maju,baik secara
internal maupun  eksternall...
ririn n diny @ Selasa, 1 November 2011 | 10:59 WIB
.
.
.aaaammmmmmmmmiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
       
Rhi_rhin & dhi_nhy @ Selasa, 1 November 2011 | 11:03 WIB
apo artikel thu wech ??????????????????
.
.
tttttttttttllllllllllllllllnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggggggggg  yn
JELASKAN 
.
.
.
zezey Selasa, 1 November 2011 | 14:04 WIB
uhhhhh.....

Sedinhnya melihat kondisi pendidikan di negri kita...
dengan dana yang begitu besar

mana iyu semua?
zezey Selasa, 1 November 2011 | 14:05 WIB
renita
rangga © Rabu, 2 November 2011 | 08:41 WIB
artikel adalah,suatu pelajaran yang bisa membuat pintar
fitri Kamis, 3 November 2011 | 16:41 WIB
kenapa cwiiiiiiiiiiiii  tak  ngasih kabar  tentang kamu  
hiiiiiiiiiiiiiiiiiii
fitri Kamis, 3 November 2011 | 16:44 WIB
gvtnmbm hhjh  hjjh  fjmjh jutek
dhiena @ Kamis, 10 November 2011 | 13:29 WIB
eemmmmmzzztt........
fazar Senin, 14 November 2011 | 18:53 WIB
Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia
Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan
ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah
menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak
ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena
masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat
pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri
sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002). 
Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik
untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik
pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini
pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah
disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan
minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran
pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya
terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai
investasi jangka panjang. 
Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan
sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern,
salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis
baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi
teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan
ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan
berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. 
Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka
tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang
yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak
berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan
dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh
karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah
mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum
berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education
yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat
(1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per
tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33
juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya
berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang
sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata,
antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan
universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta
rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.
Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah
sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter
ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah
diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi
konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih
lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah
manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah
menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan
pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry
G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity,
USA: University of Illionis, 1982, h.121).
Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama
pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin
banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara
untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya
keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya
manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan
pembangunan nasional. 
Nilai 
Balik Pendidikan
Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return)
yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. Nilai
balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang
dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang
akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di
negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik
terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi
modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di negara-negara
maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi
modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat dijelaskan
bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di
negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan
kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan
nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan,
Investasi SDM dan Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka:
Jakarta, 1999, h.247).
Pilihan investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan
pendidikan. Di Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata
sebesar 27 %, pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi 13 %.
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas
sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang paling
besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka
struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun
1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia
untuk Sekolah Dasar Negeri per siswa paling kecil yaitu rata-rata
hanya sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan
per siswa di Perguruan Tinggi Negeri mendapat alokasi sebesar 66.000
rupiah per bulan. Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu
ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri
25 kali lipat dari pendidikan dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya
pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi
justru terjadi inefisiensi karena hanya menguntungkan individu dan
kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting dilakukan mengingat
beberapa kajian yang menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati
pendidikan di PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka model
pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada jenjang pendidikan (dasar
vs tinggi) juga didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs
kaya). Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga kaya harus
dikenakan biaya pendidikan yang lebih mahal dari pada yang berasal
dari keluarga miskin. Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia
equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang digariskan Unesco.
Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di
Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih.
Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada
empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan
learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi
dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung,
meneliti, menghafal dan menghayal. Anggaran pendidikan nasional
seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun
dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar
seharusnya “benar-benar” dibebaskan dari segala beban biaya.
Dikatakan “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun
yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia
pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut
biaya, barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan
tingkat selanjutnya.
fazar Senin, 14 November 2011 | 18:56 WIB
      
PENDI LOVE BELLA Selasa, 15 November 2011 | 11:15 WIB
>KUNYUK
>BANGSAT
>ITIL
>KONTOL 
amin love kristin Rabu, 16 November 2011 | 13:30 WIB
salam bwat sukhi.......... yang makin caem
amin love kristin Rabu, 16 November 2011 | 13:30 WIB
salam bwat sukhi.......... yang makin caem
sifa muthia love bagas š Rabu, 16 November 2011 | 13:33 WIB
bagas I LOVE YOU.....
aku mencintaimu/..........
MUMTAZ UNITED Rabu, 16 November 2011 | 14:09 WIB
MUMTAZ UNITED % Rabu, 16 November 2011 | 14:16 WIB
Artikel Pendidikan: hty
http://meong.com/cdn/__images/smil ... @ Rabu, 16 November 2011 | 14:20 WIB
duch http://meong.com/cdn/__images/smiley/puyeng.gif mikirin buat
soal untuk
semesteran.....http://meong.com/cdn/__images/smiley/jedug.gif

http://meong.com/cdn/__images/smiley/lirik.gif Hmmm,...
cari ide dmn y?? http://meong.com/cdn/__images/smiley/clinguk2.gif
MUMTAZ UNITED % Rabu, 16 November 2011 | 14:20 WIB
javascript:
hisyeam ΠMinggu, 20 November 2011 | 15:47 WIB
apa sssiiiiiiiiiiiih artikel itu aku mau bisa niiiiiiiiiiih
finia ¤ Rabu, 30 November 2011 | 14:54 WIB
Bingung Nih Mau Cari Artikenya .   
hendra Sabtu, 3 Desember 2011 | 08:24 WIB
butuh contoh2 pendidikan yg berwarna nie article nie  
coz 3 hari lagi dikumpul...  
olland σ Sabtu, 3 Desember 2011 | 14:21 WIB
asoooooooyyyyy
annisa Senin, 12 Desember 2011 | 14:44 WIB
pendidikan di indonesia itu bgus tpi syng....... indonesia kurng
mnjaga mka nya gampang di boongin ma orng.....????/    
fatin nur amalina α Selasa, 13 Desember 2011 | 18:04 WIB
apakah yang dimaksudkan dengan takrif pandangan atau pertemuan
pertama?
fitri ΠRabu, 14 Desember 2011 | 12:23 WIB
ikhhhh...bguzzzzz bangetzzzzz!!!!!!
oshy Jumat, 16 Desember 2011 | 08:25 WIB
penididikan harusnya lebih diutamakan untuk kesejahteraan masa depan
bangsa...        
ropi rambo Jumat, 23 Desember 2011 | 15:02 WIB
pendidikan sekarang sudah tercampur dengan virus politik,
rizky_D`best λ Senin, 26 Desember 2011 | 10:45 WIB
memang dulunya sekolah adalah suatu bidang  pendidikan yang di
percayai oleh semua orang tapi entah kenapa banyak pemuda atau remaja
yang cuma mengharap ijazah....
laurensia @ Selasa, 27 Desember 2011 | 21:13 WIB
orang berpendidikan tidak semua dengan kepandaiannya kadang-kadan
pendidikan dapat di capai dengan kertas yang bernilai
is kartini Rabu, 4 Januari 2012 | 10:27 WIB
kami ingin mengirim artikel bagaimana caranya dan apa yang harus saya
siapkan atau terima
m.hasan ® Senin, 9 Januari 2012 | 16:37 WIB
menulis ,merangkum,dari berbagai media
m.hasan ® Senin, 9 Januari 2012 | 16:41 WIB
udin selalu sayang @ Selasa, 10 Januari 2012 | 16:27 WIB
adh pendidikan di indonesia banyak bohong tidak menjanjikan
///////';;',;;'//.,;;'/./.uang nya habis ku orang yang jualan korupsi
apabila aku jdi peresidenya yang korupsi di tembak mati aja biar
karapoken
obat alami $ Rabu, 11 Januari 2012 | 10:54 WIB
seberapa penting sih gan pendidikan itu, kalu boleh tau,,,?????
ubrew Rabu, 11 Januari 2012 | 20:12 WIB
mana artikel nya cma ada coment nya ja
sama gambar ce seksi 
obat herbal $ Kamis, 12 Januari 2012 | 09:39 WIB
atikelnya keren juga gan......
kutil ¤ Jumat, 13 Januari 2012 | 16:09 WIB
           
kutil ¤ Jumat, 13 Januari 2012 | 16:11 WIB
yunita Minggu, 15 Januari 2012 | 10:15 WIB
baguuuuuuuuuus bangetttttttt
thata χ Minggu, 15 Januari 2012 | 14:51 WIB
pendidikan diindonesia masih sangat memprihatinkan .Banyak anak-anak
dibawah umur yang tidak melanjutkan sekolah karena hanya tidak
mempunyai biaya .Seharusnya pemerintah harus lebih bijak dalam
meningkatkan mutu pendidikan .Kenapa biaya untuk WC DPR saja mencapai
2M ,kenapa tidak digunakan untuk membiayai pendididkan untuk anak-anak
yang tidak mampu ???????!
akouwmanusia byassa @ Minggu, 15 Januari 2012 | 20:29 WIB
pendidikan zaman sekarang cuma modal uang 
Anang Budiman Selasa, 17 Januari 2012 | 02:17 WIB
pendidikan sekarang yang aku alami sampai menempuh jalur hukum akan
tetapi masih ada kendala............(ada kejanggalan dalam berperkara)
  harus kemana aku mencari keadilan? 
jumini Selasa, 17 Januari 2012 | 19:48 WIB
minta tolong dikirim artikel tentang filsafat bahasa. terima kasih
intan % Rabu, 18 Januari 2012 | 21:26 WIB
tolong artikel pendidikannya diperbanyak lago
ITHA Kamis, 19 Januari 2012 | 14:02 WIB
pendidikan di bawa sampai akhir hayat
       
ITHA Kamis, 19 Januari 2012 | 14:09 WIB
tolong perhatikan anak2 terlantar dan berikanlah kesempatan bagi
mereka untuk mendapat pendidikan yang layak seperti teman2 yang
lain.mungkin mereka g bisa sekolah karena g ada biaya,atau keadaan
ekonomi yang rendah atau masalah2 yg lain,marilah ulurkan tangan
kepedulian kpd mreka.hai para dermawan.....perhatikanlah
kami..........
untuk tmn2 jgn patah smgat y....kalian masih px bxk ksempatan untuk
skolah...............   
chacha @ Kamis, 19 Januari 2012 | 18:23 WIB
riza tianorah Kamis, 19 Januari 2012 | 19:36 WIB
artikel nya bagus bgtz smga ttep bisa mnjadi pmbuiat artikel yg baeg
ciiisss
lisa Kamis, 19 Januari 2012 | 19:58 WIB
hy.....
gw lisa,gw cmn mw nitip slam za
bwt tman aq yg lgi skit,
mga cpat smbuh....
Rudi PutraWajo λ Minggu, 22 Januari 2012 | 22:04 WIB
Maju terus pendidikan. Pencanangan Pendidikan Karakter saat ini,
merupakan langkah awal menuju masyarakat yang beradat, sopan santun,
berbudaya, religius dlll. harus di dukung oleh semua pihak.
Tapi alangkah sedih, berang, marah, murka. melihat para wakil rakyat
kita di DPR menghambur-hamburkan uang rakyat untuk mempercantik ruang
rapat. apakah ini cerminan Good Governance atau Bad Governance.
KESALAHAN BESAR KITA MEMILIH MEREKA
eva Senin, 23 Januari 2012 | 16:03 WIB
artikel nya kurang lengkap..
santy ¤ Selasa, 24 Januari 2012 | 08:57 WIB
artikel x kurang lengkap... soal x gmbr x kurang bgus...????????????
pergi dlu ahhhhh????????????
 
mawar Selasa, 24 Januari 2012 | 13:52 WIB
artikel nya sich bagus but kurang lengkap
desri α Sabtu, 28 Januari 2012 | 14:23 WIB
gimana cihh artikel yg bgusssss...       
    
aprhillya ¢ Senin, 30 Januari 2012 | 18:52 WIB
.bguuuuuuuuuuuuus 
Syamsul Alam Rabu, 1 Februari 2012 | 21:23 WIB
pemerataan pendidikan perlu diperhatikan pemerintah..... bahkan klo bs
tiap daerah menjadikan perda tentang pendidikan.....
lasdrimanullang Kamis, 2 Februari 2012 | 13:13 WIB
tuhannnnnnnn mudah2 ada jawaban m
fajrrrrrr Kamis, 2 Februari 2012 | 13:43 WIB
tetep lebih baik lagi artikel indonesia
aki nini $ Sabtu, 4 Februari 2012 | 11:42 WIB
nanaonan ari siaa
syarifudin ΠRabu, 8 Februari 2012 | 11:15 WIB
Sip Goood Artikelnya G' da...!!      
anggunt ω Rabu, 8 Februari 2012 | 19:07 WIB
sangat indah
Yuniarsih Ratna Seminar θ Sabtu, 11 Februari 2012 | 11:18 WIB
Membentuk Kepribadian Anak

Kesulitan mengembangkan kepribadian akan menyebabkan anak rentan pada
penyalahgunaan narkoba.

Setiap orangtua tidak ingin mengalami hambatan dalam proses
pembentukan kepribadian yang matang pada anaknya. Akan tetapi karena
berbagai alasan, seperti kesibukan, faktor ekonomi, kondisi sosial,
konflik dalam keluarga atau kurangnya pengetahuan membuat orangtua
tidak memperhatikan dan mempersiapkan cara mengarahkan maupun mendidik
anak dengan baik.

Orangtua menjadi terkejut dan baru menyadarinya, jika anak telah
memperlihatkan penyimpangan prilaku yang kronis, seperti anak senang
berkelahi, mencuri, kabur dari rumah dan sebaginya. Atau bahkan anak
telah terlibat penyalahgunaan narkoba, Orangtua kemudian mencari
kesalahan-kesalahan dalam mendidik, mencari kambing hitam penyebab
penympangan perilaku anak.

Oleh karena itu bekalilah anak dengan ilmu. Ilmu menjadi kunci utama
menuju gerbang kesuksesan. Allah menjamin, bahwa orang berilmu akan
dinaikkan statusnya pada beberapa level melebihi status orang yang
tidak berilmu (QS Al Mujadalah 58:11)

Pendidikan prasekolah di rumah menjadi barometer akan sukses tidaknya
pendidikan anak pada tahap-tahap selanjutnya.Memasuki usia sekolah
kontribusi orangtua bertambah penting. Orangtua harus betul-betul
waspada pada lingkungan luar anaknya baik teman di rumah maupun teman
di sekolahnya. Bangunlah kemampuannya untuk bergaul dengan baik dan
ajarkan pada anak untuk membiasakan sejak dini antara lain:taat pada
Allah dan Rosulnya, taat pada orangtua,menghormati sesama,mudah
berkompromi, dan beradaptasi,mengatasi konflik tanpa kekerasan,dll.

Jadi perlu disadari oleh para orangtua bahwa pematanganpembentukan
atau perkembangan kepribadian anak sangat tergantung pada kualitas
interaksi yang terbangun dalam lingkungannya atau kualitas interaksi
yang sengaja diaktualisasikan secara terencana. Terutama dari
lingkungan keluarga yang memberi pengalaman awal apda anak.
Sugeng Riyadi χ Sabtu, 11 Februari 2012 | 12:15 WIB
Tips Mudah Menghafal Pelajaran


       Dalam tulisan ini akan menginformasikan kepada teman-teman
tentang tips mudah menghafal pelajaran. Adapun tujuan tulisan mengenai
tips mudah menghafal disini didedikasikan kepada teman-teman yang
masih duduk dibangku sekolah, baik di tingkat SD, SMP, SMA, dan juga
bagi teman-teman yang sudah duduk dibangku Mahasiswa juga bisa mencoba
tips mudah menghafal pelajaran ini.
      Agar kamu bisa langsung mempraktekkan tips mudah menghafal
tersebut, maka berikut adalah caranya agar pelajaran yang sudah kamu
terima di sekolah dan juga kampus bisa nempel dan nyengkut di otak
kita:
1. Setelah pulang sekolah baca ulang pelajaran yang baru kita terima
sekali saja
2. Malam harinya coba untuk membaca kembali 2 kali dan setelah itu
baru dihapal
3. Jangan lupa seminggu sekali untuk mengevaluasi pelajaran yang telah
kita hafal sebelumnya agar tidak lupa.
      Tips Mudah Menghafal Pelajaran ini singkat tapi sangat efektif
untuk pelajar sekolah dan juga bagi para mahasiswa yang sering
kesulitan dalam mengahfal pelajaran-pelajaran yang diterima di Sekolah
dan juga di Kampus.
trisna desita Senin, 13 Februari 2012 | 18:07 WIB
apa dampak berpacaran bagi anak SMA ....??????????
trisna desita Senin, 13 Februari 2012 | 18:17 WIB
artikellllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll................
...............

susah bgt buatnya.........        
    
yuanthii Rabu, 15 Februari 2012 | 17:09 WIB
duh kok gg adha yaw,,,
yag ingin dcri???:)
adhellia Rabu, 15 Februari 2012 | 18:53 WIB
susah??????????:P
zainal θ Kamis, 16 Februari 2012 | 09:55 WIB
kk artikelnya mana???
IRFAN ¢ Kamis, 16 Februari 2012 | 20:28 WIB
ma  yan tapi gak jelas 
asas @ Jumat, 17 Februari 2012 | 10:06 WIB
bagus
anisa @ Senin, 20 Februari 2012 | 14:36 WIB
emmmt beri contoh
 artikel yang ada kelas katanya seprti:
verba,nomina,pronomina,numeralia,adjektiva,dan adverbia donk,,yg
lengkp,sngkat,pdat dan jelas ya!!!!!!!!!!!!     
samsul Jumat, 24 Februari 2012 | 09:22 WIB
indonesia raya
samsul Jumat, 24 Februari 2012 | 09:23 WIB
hyoOo......
vita @ Sabtu, 25 Februari 2012 | 08:34 WIB
brrrriiiiiissssssssssssiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkk   
febby @ Kamis, 8 Maret 2012 | 17:27 WIB
mna artikelnyaaaaa??????????????
nindik @ Senin, 12 Maret 2012 | 18:04 WIB
mana artikel nya       
linda Selasa, 13 Maret 2012 | 13:48 WIB
pengen ikut berbagi nulis artikel tentang dunia   pendidikan..
M.CHOIRUL MA'ARIF Rabu, 14 Maret 2012 | 08:41 WIB
NGELU
ir.omex £ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:21 WIB
apa maksudnya   pendidikan 
ekha @ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:23 WIB
duchhh bngungg bngetzz ikhh susahh dechh
ir.omex £ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:24 WIB
apa maksudnya atikel pendidikan gak ngerti    
        
ir.omex £ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:25 WIB
susah bapa x
 
idrus ¤ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:28 WIB
pengen cepet2 un       
ricky © Rabu, 14 Maret 2012 | 09:36 WIB
ya allah moga aku lulus di ujian nanti   
izzah @ Kamis, 15 Maret 2012 | 13:20 WIB
mgaaa sukses slaluuu
novi @ Jumat, 16 Maret 2012 | 18:49 WIB
ih bete da hari ncccc bet bet......................en gue tuh gie
zakit hati bangettt
novi £ Jumat, 16 Maret 2012 | 18:55 WIB
ih napa ya kuth zerin nagizzz tapi zekarng dah galagi btwww ada cowo
tuhh cihyy ganteng banget pplllzzz liat gue donkk eeemmm eh dia
zeyiummm ama gue aduhh gue gerogi banget ......................
rifatul musyarofah Sabtu, 17 Maret 2012 | 10:39 WIB
ilmu pengetahuan
riski16 @ Minggu, 18 Maret 2012 | 13:39 WIB
verY-verY fantastik lho 'tuk d'buat wacana.........
ardya jonathan ® Minggu, 18 Maret 2012 | 19:17 WIB
agar tau apa si sebenarnya artikel penddikan itu
retno ¢ Senin, 19 Maret 2012 | 14:04 WIB
hem,bnr2 menarik jika membuat artiket pendidikan,,,aplg menyoroti
pendidikan di indonesia.hem,apakah ada perbandingan antara pendidikan
di indonesia n diluar negeri,,,moga pendidikan di indonesia bisa jauh
lebih baik lagi n bisa menjadikan serta menghasilkan kader2 pelajar yg
cerdas n berbobot,,,n memilik kualitas yg bgus baik akhlaq maupun
karakter,,,hehehe
retno ¢ Senin, 19 Maret 2012 | 14:06 WIB
 wat q dr tidak tahu menjadi tahu
retno ¢ Senin, 19 Maret 2012 | 14:07 WIB
      
syarif Senin, 19 Maret 2012 | 21:08 WIB
bagaimana caranya
smail up θ Selasa, 20 Maret 2012 | 15:14 WIB
berpendidikan itu penting
tedi Senin, 26 Maret 2012 | 20:13 WIB
semoga terus maju web ini.... pendidikan itu peting bgt....
ardillah Sabtu, 31 Maret 2012 | 12:02 WIB
mmmm artikel menambah wawasan
SOBARUDIN ¤ Minggu, 1 April 2012 | 10:46 WIB
ANTARA PILIH SEKOLAH DAN SEKOLAH PILIHAN
Oleh : Sobarudin

Di lorong dekat ruang Tata Usaha (TU), dua orang siswa terlihat asyik
ngobrol santai  sambil menunggu Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
sebut saja SKHUN yang rencananya akan dibagikan oleh Sekretaris UN
yakni Wakasek Bidang Kurikulum pada pukul 09.00 WIB, tak sengaja saya
menangkap obrolan mereka, inti dari obrolan keduanya adalah rencana
mereka setelah lulus dari SMP ini akan meneruskan ke Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA). Satu orang terdengar ucapanya begitu antusias dan
optimis benar bahwa dirinya akan diterima di sekolah yang menjadi
tujuannya selama ini, yakni SMA paforit di Ibu kota Kabupaten yang
sudah tenar, sedangkan seorang lagi dengan nada datar dibarengi
kata-katanya  tidak begitu PD (baca Percaya Diri) karena hanya
berencana sekolahnya hanya di SMA kecamatan saja tidak seperti
temannya tadi di Ibu kota Kabupaten. Itulah obrolan singkat yang
menggambarkan fenomena pemilihan sekolah. 
Seiring berakhirnya Ujian Nasional (UN) tahun 2011 ini, sejumlah
sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan
Sekolah Menengah Atas  maupun yang sederajat dengan itu (MI, MTs dan
MA), maka waktu terakhir ini disibukan dengan masa Peneriman Siswa
Baru. Semua unsur terkait mulai sibuk dengan urusannya masing-masing
yang ada korelasinya dengan Penerimaan Sisiwa Baru. Pihak lembaga
pendidikan (sekolah) jauh hari sebelum UN dilaksanakan terkadang sudah
mempersiapkan dan melakukan serangkaian kegiatan guna menarik simpati
para calon siswa baru dan para orang tua murid, walaupun dengan
konsekwensi dana yang tidak sedikit. 
Kegiatan dimaksud biasa dikemas dengan kemasan lomba mata pelajaran
(Mapel), lomba bola volly, lomba sepak bola, lomba fulsal, lomba
pidato keagamaan, lomba tulis kaligrafi, mendongeng dll, yang
dikaitkan dengan momen ulang tahun lembaga yang bersangkutan. Hal
demikian dengan serius mereka lakukan dengan harapan utama penerimaan
siswa baru mendatang dapat meningkat dari tahun sebelumnya atau paling
tidak sama dengan sebelumnya.
Praktik demikian  memang tidak salah dilakukan sehingga perlu diberi
apresiasi, sebagai bentuk kegiatan yang berdampak positif terhadap
serangkaian kegiatan sekolah-sekolah sebagai peserta dari
masing-masing lomba yang bersangkutan untuk mempersiapkan diri, tumbuh
etos kerja untuk melatih dan berlatih dengan harapan  menjadi  
sekolah yang mendapat kemenangan pada tiap mata lomba yang
diselenggarakan untuk kemudian dapat mengangkat nama baik sekolahnya.
Berkaitan dengan rekruitmen siswa baru, sejumlah kegiatan seperti
disebutkan di atas, dipandang baik sepanjang dilakukan dengan cara
yang baik, elegan dan memperhatikan norma agama dan kesopanan.
Nampaknya ada fenomena paradok dengan apa yang terjadi dilapangan,
pada tingkat bawah terjadi praktik-praktik yang tidak mencerminkan
prilaku yang berpatokan padan norma seperti di atas,  persaingan
cenderung kurang sehat dan tidak fair,  sehingga ada sebagian sekolah
dengan menghalalkan segala cara, mulai dengan pemberian janji-janji
yang cenderung terlalu didramatisir sehingga terkesan muluk-muluk,
membuat opoini mendeskreditkan lembaga sekolah lain, memberikan
sejumlah bingkisan misterius, yang berisi  Pakaian Seragam Anak
Sekolah (PSAS), Tas, Sepatu, Alat Tulis, sejumlah perlengkapan sekolah
dan terkadang pemberian uang jajan.  Sedikit disayangkan, betapa
tidak,  belum saja siswa masuk ke lembaga tempat dimana dia akan
menimba ilmu, ternyata sudah di suguhi praktik-praktik yang bernuansa
suap dan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Hal ini
penting dikemukakan karena sekolah merupakan suatu lembaga untuk
menanamkan nilai- nilai positif, seperti nilai keagamaan, kejujuran,
sportifitas, disiplin, kemanusiaan dan  kemasyarakatan dll.
Berkaitan hal diatas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
oleh kita semua terutama para orang tua dalam pemilihan sekolah,
sehingga apa yang diharapkan oleh  orang tua dan anak dapat tercapai
dengan baik sesuai dengan harapan. 
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rangka memilih sekolah
atau sekolah pilihan diantaranya :
1.	Faktor Internal
a.	Pastikan Tujuan / cita-cita
            Hal ini penting dilakukan agar orang tua dan anak tidak
keliru memilih  sekolah yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan
kedepan. Sebagai contoh apabila tujuan agar anaknya kelak menjadi
seorang Dokter, maka ketika akan menyekolahkan ke tingkat SLTA, maka
sebagai orang tua bisa memasukan anaknya ke SMA jurusan IPA atau SMK
jurusan keperawatan/medis, demikian halnya dengan tujuan yang lain
harus dicarikan sekolah yang sesuai dengan tujuan/cita-cita anak
kedepan.
b.	Pertimbangkan Kondisi Ekonomi Keluarga
            Rasanya jarang sekolah yang menyelenggarakan sekolah
secara gratis, sungguhpun mungkin ada 1-2 diantaranya sekolah yang
menyelenggarakan secara gtatisan seperti itu, tetapi itupun tidak
gratis total 100 %,  masih membutuhkan biaya tambahan di luar dana
Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), belum lagi tidak ada jaminan bahwa
sekolah gratis itu pasti kualitasnya sama dengan sekolah paforit lain,
sehingga ada sejumlah sekolah gratisan  tetapi ternyata dikemudian
hari ada indikasi menggiring peserta didik ke arah tertentu yang
konotasinya tidak baik.
Hal ini akan berdampak  buruk  bagi perkembangan anak didik dalam
mencapai tujuannya. Salah-salah dalam memilih sekolah tanpa
memperhatikan kondisi keuangan keluarga, maka bisa-bisa nanti siswa
mogok di tengah jalan gara-gara banyak serangkaian registrasi yang
belum terselesaikan.
c.	Beri Kesempatan Anak Untuk Memilih
          Maksud memilih disini adalah memilih profesi kedepan dan
memilih sekolah yang sesuai dengan tuntutan profesinya. Seorang anak
bukanlah sebuah boneka yang dengan suka-suka dapat diperlakukan oleh
orang tua untuk menuruti segala obsesinya, akan tetapi dia akan tumbuh
dan berkembang sesuai  masa dan dunianya masing-masing, seorang anak 
tahu persis posisi akademik dirinya.    Kewajiban orang tua hanyalah
membantu membentangkan pilihan sekolah yang baik untuk kemudian
menyarankan kepadanya memilih yang terbaik dari yang baik dengan
pertimbangan potensi dan kondisi ekonomi keluarga.
2.	Faktor External
a.	Pilih Sekolah Yang Baik
      Berbicara sekolah yang baik memang beragam pendapat,
pendapat-pendapat itu secara sederhana dapat di kelompokan menjadi ;
-	Sekolah yang memiliki gedung dan sarana prasarana yang lengkap,
-	Sekolah mempunyai visi dan misi yang berorientasi kedepan dan
menasional bahkan kalau memungkinkan internasional,
-	Sekolah yang selalu berorientasi pada standar kinerja profesional,
-	Memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pengetahuan dan
kompetensi
-	Berpartisipasi dan Bertanggung Jawab terhadap siswa,
-	Menjalin budaya kerjasama yang baik antara manajemen, guru dan
siswa,
-	Menggunakan dan konsisten pada aturan: Kepastian dalam melakukan
tindakan,
-	Mengembangkan kehidupan yang memberikan peluang kepada guru dan
siswa untuk berkreasi,
-	Kerjasama diterima oleh semua pihak dan tujuan diinformasikan secara
jelas,
-	Kerjasama dan konsensus dalam kegiatan sekolah,
-	Keterlibatan Orang Tua,
-	Pelatihan Internal bagi Guru.
b.	Pilih Sekolah Mudah Di Akses
         Maksudnya adalah diupayakan benar letak lokasi suatu lembaga
pendidikan yang akan kita tuju itu benar-benar mudah di akses. Bisa
masuk kendaraan bermotor (sepeda motor atau mobil). Mudah diakses oleh
internet dll. Hal ini penting dilakukan mengingat keterlibatan orang
tua terhadap jalannya suatu lembagan pendidikan mutlak adanya,
biasanya diwujudkan dalam wadah yakni Komite Sekolah.
3.	Perhatikan Komitmen Lembaga Terhadap Alumnus
           Sepintas hal ini seperti sepele, padahal hal ini cukup
penting dilakukan, karena fakta dilapangan tidak sedikit lembaga
pendidikan dalam perjalanan menjalankan fungsinya terjebak pada
praktik bisnis oriented, maksudnya kurang memperhatikan nasib para
alumnusnya kedepan setelah tamat dari lembaga miliknya, mau sukses
atau nganggur aja itu tidak menjadi perhatian, yang menjadi pusat
perhatian seriusnya hanyalah bagaimana memperoleh siswa yang maksimal
dengan harapan kontribusi dari peserta didiknya menjadi sesuatu yang
menggembirakan.
            Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tertentu biasanya
telah mengadakan hubungan kerjasama dengan dunia usaha atau industri.
Hal semacam ini pertanda lembaga pendidikan itu telah mempunyai
kredibilitas dan reputasi baik sehingga mendapat pengakuan dan
kepercayaan dari dunia usaha atau industri.

Kesimpilan:
1.	Orang tua berkewajiban terhadap masa depan pendidikan anak, karena
anak akan hidup pada masa dan jaman yang berbeda dengan orang tua,
dunia penuh tantangan, fenomena sosial kemasyarakatan yang komplek dan
senantiasa berubah secara dinamis. 
2.	Pemilihan lembaga pendidikan secara cerdas merupakan wujud langkah
positif guna mempersiapkan anak untuk hidup survive di jamannya. Anak
adalah amanah dari Allah untuk dididik dan dijaga dari hal-hal yang
tidak baik.
3.	Bermusyawarah, berdialog, berdiskusi dengan anak secara santun
dalam memilih suatu lembaga pendidikan yang akan dimasuki merupakan 
suatu keniscayaan, sehingga kesalahan dalam hal pemilihan lembaga
pendidikan itu dapat diminimalisir.
Demikian tulisan sederhana ini... 
” Selamat memilih dan memasuki lembaga pendidikan yang terbaik dari
yang baik untuk masa depan yang lebih baik”
SOBARUDIN ¤ Minggu, 1 April 2012 | 11:26 WIB
LIMA TIPE GURU DI MATA SISWA
Oleh : Sobarudin,S.Ag.
Saya pernah ngobrol dengan salah seorang guru sewaktu  ngajar di SMK
swasta di Kuningan,  beliau bercerita bahwa pernah kejadian dia hendak
masuk kelas jam pertama, para siswa sedang berkumpul di depan kelas,
salah satu kebiasaan yang kurang baik memang,  tiba-tiba para siswa
menengok ke arahnya dengan tidak diduga serempak para siswa itu
berucap “ Astagfirullah Al adziim....”( dengan suara tidak terlalu
keras namun terdengar). Dia tersenyum menutupi rasa kemarahannya,
karena dia berusaha untuk diterima oleh siswa di kelas secara baik,
padahal dirinya tersinggung.
Itulah sekilas obrolan singkat yang menggambarkan bahwa reaksi siswa
terhadap guru beragam disetiap sekolah dan kesempatan maupun tempat.
Sebagai sebuah profesi yang idealnya di guru dan ditiru, seorang guru 
mengalami perlakuan yang beragam dari para siswanya. Ada kalanya guru
mendapat perlakuan yang menyenangkan, membanggakan, akan tetapi tidak
sedikit mendapati perlakuan yang kurang enak bahkan cenderung
menyakitkan.
Berikut pengelompokan guru berdasarkan kehadirannya di sekolah dimata
siswa:	
1.	Guru Wajib
Sosok guru katagori ini adalah seorang guru yang senantiasa
kehadirannya disenangi dan dirindukan oleh para siswa. Tutur katanya
sungguh menyenangkan hati, jauh dari caci maki  dan merendahkan, penuh
motivasi, nasihat-nasihatnya ketika di kelas maupun diluar menyejukan
hati yang sedang gundah gulana, menghargai pendapat para siswa
sungguhpun terkadang salah, pandai mencarikan solusi alternatif
problem yang dihadapi para siswa, dalam kegiatan proses pembelajaran
dalam kelas  siswa merasa tidak digurui dan di dikte akan tetapi
dirangsang untuk mengaktualisasikan diri, siswa diberi kesempatan
mengekploitasi potensi diri, ketika ngajar di selingi dengan guyonan
agar suasana tidak monoton sehingga siswa ceria  senang gembira
menerima materi.
Tidak memperlakukan diskriminasi terhadap siswa yang kurang mampu,
mereka diperlakukan sama seperti anak sendiri, menghargai prestasi
yang diraih anak didik walaupun nampaknya  tidak seberapa, ketika ada
persoalan di rumah dibantu mencarikan solusi.
Pendek kata kehadirannya sungguh dinanti dan membawa manfaat dan
ketika tidak hadir atau tidak ada, seluruh siswa dan warga sekolah
merasa kehilangan.
2.	Guru Sunah
Guru katagori ini ditandai ketika keberadaannya di sekolah seluruh
siswa dan seluruh warga sekolah mendapatkan manfaat baik darinya, dia
pandai bersosialisasi dengan siswa dan rekan kerjanya, kriterianya
hampir sama dengan katagori guru Wajib akan tetapi bedanya ketika guru
itu tidak ada, di sekolah tidak terjadi apa-apa  dan semua tidak
merasa kehilangan.
3.	Guru Mubah
Guru katagori ini ditandai ketika keberadaannya  di sekolah seluruh
siswa tidak mendapat pengaruh apa-apa, tidak membawa manfaat kebaikan
maupun kejelekan akan keberadaannya. Demikian halnya sebaliknya ketika
dia berhalangan hadir, maka ketidak hadirannya tidak membawa pengaruh
apa-apa, kegiatan di sekolah berjalan seperti biasa, Pendek kata guru
katagori ini keberadaan dan ketidak beradaannya tidak mendatangkan
kebaikan maupun kejelekan bagi siswa maupun lembaga tempat dimana dia
mengajar.
4.	Guru Makruh
Guru katagori ini ditandai keberadaannya di sekolah, para siswa merasa
tidak nyaman dan suasana belajar kurang kondusif, aktivitas siswa
kurang lepas seolah-olah ada ganjalan yang menghambat pengembangan
potensi diri, siswa seolah-olah ada jarak pemisah dengannya,
pelanggaran yang dipandang siswa sepele seolah-olah dibesar-besarkan
dan berdampak serius dan berdampak sistemik, setiap kehadirannya ada
saja permasalahan yang terjadi.
Ketika mendengar suaranya saja padahal belum masuk kelas, suasana
siswa di kelas sontak kaku dan cenderung ketaatan semu. Pendek kata
guru katagori ini keberadaannya tidak disenangi siswa dan membawa
pengaruh tidak baik bagi aktivitas pembelajaran, ketidak hadirannya
justru membawa suasana yang lebih baik, nyaman dan kondusif bagi
proses belajar mengajar.
5.	Guru Haram
Guru katagori ini ditandai kehadirannya di sekolah justru membawa
suasana kurang nyaman, sedikit-sedikit terdengan kata-kata yang kurang
pantas dan kurang nyaman di telinga siswa, prilakunya kurang
bersahabat, tidak empati terhadap keluhan dan kesulitan yang dilami
siswa. Kata-katanya tidak menentramkan hati yang resah. Materi yang
disampaikan cenderung hanya bersipat asal sampai, jauh dari sentuhan
hati sehingga cenderung materi apapun yang dia sampaikan kepada siswa
itu tidak berbekas dan sulit difahami, masuk dari telinga kanan keluar
dari telinga kiri.
Ketidak hadirannya sangat dinanti para siswa karena prilakunya yang
kurang menyenangkan, apabila terdengar kabar bahwa guru katagori ini
berhalangan masuk ataupun sakit, maka secara spontan seluruh siswa
berucap “Alhamdulillah “, untung bapak itu tidak hadir atau semoga
sakitnya tidak cepat sembuh.
Begitulah sekelumit  Guru dan keberadaannya di sekolah, tulisan ringan
dan singkat ini disampaikan dengan harapan kedepan guru-guru di
sekolah agar menjadi guru Wajib adanya dimata siswa, karena para siswa
mendambakan suasana yang kondusif untuk menimba ilmu dan aktualisasi
diri, dapat menyongsong masa depan yang lebih baik.
Kepada rekan-rekan guru mari kita introspeksi diri, masuk katagori
manakah kira-kira diri kita dimata siswa...?, bimbinglah para peserta
didik kita agar dapat menjadi manusia seutuhnya yakni sukses  di
segala bidang dilandasi Iptek, Iman dan Taqwa yang paripurna. Peserta
didik adalah  calon pemimpin masa  depan bangsa yang akan menerima
estafeta tongkat kepemimpinan, yang merindukan suasana nyaman dan
kondusif dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua...


Penulis			: Guru SMPN 2 Cibingbin-Kuningan
Nama			: Sobarudin,S.Ag.
Nomor Hp		: 085316265128
No Rek Bukopin 	: 0901046218
Dra. Lisa Astini θ Minggu, 1 April 2012 | 12:40 WIB
Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Upaya menuju bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi
tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan program pendidikan
nasional. Ini disebabkan tenaga utama penggerak pembangunan nasional
adalah program pendidikan. Program pendidikan yang didapat diharapkan
untuk nantinya dapat menghasilkan sumber daya manusia pembangunan yang
harus diagendakan secara tepat jalur dan menjadi prioritas dalam
program pembangunan nasional ini.
Sehingga tantangan yang dihadapi pembangunan pendidikan sekarang
adalah menyediakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk
meningkatkan jumlah proporsi penduduk yang nantinya dapat
menyelesaikan pendidikan dasar sampai kejenjang pendidikan yang lebih
tinggi. Melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini, kita dapat
melihat bahwa pendidikan kita telah jauh dari harapan yang diamanatkan
oleh para pendahulu. Begitu panjangnya catatan hitam sejarah
pendidikan di Indonesia. Mulai dari persoalan masyarakat yang sulit
mendapatkan akses pendidikan, persoalan sistem pendidikan yang tak
memicu pertumbuhan mutu, persoalan kastanisasi pendidikan yang
mengelompokkan siswa berdasarkan nilai kognitifnya saja, karakter
pelajar yang semakin terpuruk, juga berbagai persoalan akibat
peraturan pemerintah yang semakin mengkerdilkan nilai pendidikan.
Dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi pendidikan nasional,
terutama pada pertama;  permasalahan  akses, yakni pemerataan
kesempatan bagi setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan,
kedua; permasalahan kualitas dan relevansi pendidikan, yang dapat
menyebabkan kurangnya daya saing lulusan. Dari
Permasalahan-permasalahan tersebut apabila tidak dicari pemecahannya
dapat menjadi kendala dalam mewujudkan cita-cita luhur itu.
Menghasilkan SDM yang berdaya saing tinggi juga menjadi tantangan
dalam pembangunan pendidikan dimasa mendatang. Hingga disini 
Pembangunan pendidikan Nasional diarahkan untuk mengembangkan seluruh
potensi kecerdasan manusia secara komprehensif. Didalamnya mencakup
kecerdasan intelektual, spiritual, social, emosional, estestis dan
kinestetis. Disamping itu pendidikan Nasional juga diarahkan untuk
mebangun karakter dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik yang
merupakan landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan
kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
melinda anisafitri £ Selasa, 3 April 2012 | 12:32 WIB
ku haram artikel pendidikan dari akkhu tadi bisa di tampil kan ya ,,,
please.....
           
hillda Kamis, 5 April 2012 | 09:51 WIB
contoh artikel kependidikan dan artikel pendidikan
Dunia Guru γ Rabu, 18 April 2012 | 11:54 WIB
artikel nya dimana
unny riyantie Sabtu, 7 Juli 2012 | 20:25 WIB
butuh artikel-artikel pendidikan yang lebih banyak.
buah pemikiran yang terus berkembang bagai jamur di musim hujan, bila
berbicara soal pendidikan seiring dgn perkembangan zaman.  
      
hafiduddin Jumat, 13 Juli 2012 | 14:33 WIB
mana artikelnya yanh tahu komen ya tolong 
ingka @ Minggu, 5 Agustus 2012 | 08:07 WIB
kok gua ngak nemu artikel nya ya... kemana nich artikel ?????????
cici ¤ Senin, 17 September 2012 | 15:33 WIB
pendidikan itu kesempatan yg harus kita hargai
Emily Christiani Ω Sabtu, 13 Oktober 2012 | 10:02 WIB
LIKE kk artikelnya     
nieyul % Minggu, 14 Oktober 2012 | 15:32 WIB
dari td nyari artikel gag da xg pas huuuuuh 
vivi Kamis, 1 November 2012 | 12:01 WIB
tolong tampil kn Artikel tentang pendidikan di Indonesia donk...
vivi Kamis, 1 November 2012 | 12:02 WIB
unyu- Unyu eaa...         
chandra χ Senin, 5 November 2012 | 22:02 WIB
               
salam kenal
loni @ Jumat, 23 November 2012 | 11:03 WIB
mana artikelnya masa begini doanq ...   
wanda $ Minggu, 20 Januari 2013 | 12:34 WIB
hheehh lah yang bner adjha??? artikelnya kamu simpen dimanaaaa???????
buat tugas besok nuih aku bingunggg maw cari dimana
laggiiiiiii!!!!!!!!!!!       
Refi r @ Rabu, 20 Februari 2013 | 18:05 WIB
artikel nya mana??       
dewi @ Kamis, 7 Maret 2013 | 10:33 WIB
...,,,cucah amat cary artikel
culu @ Jumat, 22 Maret 2013 | 11:32 WIB
cari artikel kok susuah ya,,,
       
ndach @ Jumat, 22 Maret 2013 | 11:34 WIB
susah cari artikel .  .
   artikelnya manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
         
kocer $ Senin, 25 Maret 2013 | 12:04 WIB
oohh tidaaak  
dewi pungkawati š Selasa, 30 April 2013 | 15:42 WIB
artikelnya manaaaaaaa            
    
oki lestari Kamis, 16 Mei 2013 | 16:02 WIB
Ridki Thea ¢ Jumat, 17 Mei 2013 | 19:38 WIB
        
Ridki Thea ¢ Jumat, 17 Mei 2013 | 19:43 WIB
  duuuuuuuuuuuuuh tugas artikel bl00m
Asri © Jumat, 14 Juni 2013 | 18:50 WIB
Ahir-ahir ini pendidikan di negara kita kelihatannya semakin amburadul
saja. Mulai sejak digantinya kurukulum 1994 menuju KBK, terlihat
situasi pendidikan yang sangat memperihatinkan di negara Indonesia
ini. KBK yang diharapkan bisa meberikan andil yang baik untuk kemajuan
negara ini, ternyata semakin membuat kerisis dalam bidang pendidikan.
Kurikulum demi kurikulum terus saja berganti seiring dengan
bergantinya Menteri Pendidikan, hingga tahun 2013 ini dikeluarkan lagi
kurikulum terbaru yang dsebut dengan istilah kurikulum Berkarakter
Bangsa.

Hal ini merupakan suatu polemik yang hingga saat ini belum diketemukan
solusinya. Bisa dikatakan bahwa hancurnya pendidikan bangsa ini
disebabkan oleh adanya tendensi politik yang pada umumnya dikuasi oleh
para birokrat yang hanya mementingkan kepentingan golongan mereka
saja. Sungguh memperihatinkan...

Banyak sekali hal yang perlu kita perbaiki secara bersama-sama terkait
dengan sistem pendidikan yang berlaku di negara kita ini. Hancurnya
karakter anak-anak bangsa juga merupakan akibat dari tendensi politik
dalam bidang pendidikan, yakni dengan diberlakukannya undang-undang
perlindungan hak anak yang animonye pemberlakuan undang-undang
tersebut memberikan peluang yang cukup besar untuk dilakukannya
pelanggaran-pelanggaran oleh siswa-siswi di sekolah sebab dengan
adanya undang-undang perlindungan hak anak, guru tidak boleh sama
sekali memberikan tekanan kepada peserta didiknya. hal inilah yang
kemudian membuat karakter anak bangsa sulit untuk dibentuk. Meskipun
kurikulum berkarakter diberlakukan, kecil sekali kemungkinan untuk
dilakukannya perubahan karakter pada diri generasi muda indonesia.

Yang sangat memperihatinkan lagi, penyelenggaraan ujian nasional dan
penentuan kelulusan yang ditentukan oleh pemerintah bersama menteri
pendidikan. Sistem ini betul-betul merusak karakter pendidikan
indonesia. Sistem pendidikan yang seperti ini seolah-olah menjadi
suatu pembodohan bagi anak-anak bangsa dan pembohongan bagi kita semua
(pembohongan publik). 

Saya berkata demikian sebab selama beberapa tahun terahir ini, sistem
pendidikan yang tidak jelas pertimbangannya sehingga diberlakukan
hingga saat ini membuat pendidik atau pihak sekolah merasa khawatir
dengan kelulusan peserta didiknya. Hal ini kemudia menyebabkan pihak
sekolah dan segenap lembaga pendidikan, termasuk DIKPORA dan DEPAK
sama-sama bermain supaya semua siswa dari tinggkat SD hingga SMA yg
mengikuti ujian nasional bisa mendapatkan nilai lulus. 

Untuk mencapai hal tersebut, maka dilakukanlah kerjasama yang baik
antara berbagai pihak yg terkait dalam bidang pendidikan. Jika disebut
baik, maka kerjasama itu baik sekali, namun jika dinilai dari kaca
mata pendidikan, maka bisa dikatakan bahwa kerjasama itu sangat buruk
sebab dapat menghancurkan anak bangsa. 

Kerjasama yang saya maksud itu adalah kerjasama untuk memberikan
jawaban kepada peserta ujian. Hal ini mungkin bukan rahasial lagi bagi
kita semua sebab inilah realita yang terjadi dalam dunia pendidikan
kita.
Berapa paket soalpun yang dibuat oleh menteri pendidikan, toh sama
saja yg terjadi adalah kerjasama untuk memberikan peserta ujian
jawaban, sehingga sangatlah jarang ditemukan nilai murni yang
diperoleh peserta ujian. inilah yang kemudian saya sebut dengan
pembodohan dan pembunuhan karakter.

Jika saja masalah kelulusan diserahkan kepada sekolah, seperti yang
dilakukan pada sistem pendidikan beberapa tahun yang lalu maka
indikasi kerjasama itu, akan dapat diminimalisir sebab pihak sekolah
mengeti betul tentang karakter setiap peserta didiknya.

Dan jika saja undang-undang perlindungan hak anak tidak terlalu
ditekankan dalam lembaga pendidikan maka dimungkinkan karakter anak
bangsa akan dapat dirubah secara bertahap. Saya berkata demikian sebab
semenjak diberlakukannya undang-undang tersebut, tidak jarang seorang
guru dan bahkan kepala sekolah dijobloskan ke dalam sel gara-gara
memukul atau memarahi peseta didiknya. Etiskah itu saudara, apa ia
pendidikan hanya mementingkan intelektual saja tanpa harus melihat
sisi afektif dan fsikomotor ?.

Ini adalah PR kita semua,,,
Kalau bukan kita siapa lagi yg akan merubahnya
Dan bagaimana pendapat anda terkait dengan apa yg telah saya paparkan
ini ?.
Asri © Jumat, 14 Juni 2013 | 19:03 WIB
Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia, tinggi
rendahnya kualitas suatu bangsa diukur berdasarkan tingkat pendidikan
yang dimiliki oleh setiap warga negara itu. Seorang ahli mengatakan
bahwa pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasikan
ilmu, pengetahuan, ide, gagasan, norma, hukum, dan nilai-nilai kepada
orang lain dengan cara tertentu baik structural formal, serta informal
dan non formal dalam suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk
membangun manusia yang seutuhnya (Sagala, 2008: 11). 

Berdasarkan konsep yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, maka
dapat kita pahami bahwa pendidikan itu berfungsi untuk mengangkat
martabat manusia, dalam kenyataannya semakin tinggi pendidikan
seseorang, maka akan semakin tinggi pula peranan, martabat, dan
kedudukannya dalam masyarakat. Dalam perkembangannya pendidikan
menjadi masalah yang sangat populer yang dibicarakan oleh setiap orang
mulai dari lapisan masyarakat paling rendah hingga lapisan masyarakat
yang paling tinggi. Akhir-akhir ini masyarakat dunia semakin
menggalakkan pendidikan guna menciptakan manusia yang siap untuk
menyongsong zaman yang semakin hari semakin berkembang dengan kemajuan
ilmu dan teknologi. 

Pendidikan bagi manusia bukanlah hal yang sulit sebab sejak manusia
dilahirkan ia sudah mulai mengenyam pendidikan dalam lingkungan
keluarganya, pada tahap perkembangannya ia akan menempuh pendidikan di
lingkungan sekolah ataupun pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan
non formal, dan pada lingkungan yang lebih luas manusia mendapatkan
pendidikan dalam lingkungan masyarakat, jadi penulis berani mengatakan
bahwa semua manusia di dunia adalah berpendidikan, hanya saja kita
sering mengukur pendidikan seseorang dari ijazah yang dimilikinya,
padahal pendidikan yang sebenarnya sudah didapatkan oleh setiap orang
dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Hanya saja
pendidikan yang dilakukan dilingkunga sekolah memiliki arti yang lebih
dibandingkan dengan kedua lingkungan tersebut.

Seperti dikatakan sebelumnya sekolah merupakan lembaga pendidikan yang
bertugas menyelenggarakan pendidikan formal. Dalam hal ini Nurhasanah
(2007: 686) menjelaskan bahwa sekolah adalah lembaga untuk belajar dan
mengajar serta pemberian pelajaran menurut tingkatannya. Di dalam
sekolah terdapat unsur-unsur yang saling berkaitan dalam
menyelenggarakan pendidikan, unsur-unsur tersebut memiliki hubungan
fungsional yang kuat sehingga jika salah satu unsur tidak menjalankan
peran atau fungsinya dengan baik akan berakibat bagi hasil yang akan
dikeluarkan oleh pendidikan tersebut, di mana hasilnya kurang bermutu
atau kurang berkualitas.

Dalam suatu sekolah terdapat unsur pendidikan yang terdiri dari
kurikulum, peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, komite, dan
wali peserta didik. Semua komponen ini salang mempengaruhi satu sama
lainnya. Dalam pelaksanaan pendidikan terdapat suatu kegiatan yang
sangat penting yaitu kegiatan belajar mengajar. Dimana Kegiatan
belajar adalah proses komunikasi antara guru dengan peserta didik
dalam menyalurkan pesan atau bahan ajar yang dapat menimbulkan
perubahan tingkah laku peserta didik ke arah yang lebih baik dan
sesuai dengan keadaan lingkungannya. 

Kegiatan belajar mengajar ini pada intinya merupakan proses penyaluran
informasi dari guru kepada peserta didik. Dalam pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar semua komponen pendidikan ikut berpartisipasi di mana
guru bertuas sebagai tenaga pendidik yang memberikan dan menyajikan
materi pelajaran kepada peserta didik, sedangkan peserta didik
bertugas menerima informasi yang disampaikan oleh guru. Dalam
pelaksanaan pembelajaran seorang guru hendaknya memperhatikan keadaan
dan motivasi belajar peserta didik yang diajarnya. 
Salah satu bentuk kondisi belajar adalah adanya motivasi belajar yang
kuat, baik yang datangnya dari dalam (motivasi instirinsik) maupun
dari luar (motivasi eksterinsik) dari peserta didik. Pentingnya
menimbulkan motivasi belajar ini, tampak pada langkah pertama dalam
instruksional event (Gagne dalam Karti Soeharto, 2003: 114). 

Selanjutnya Karti Soeharto (2003: 97) mengatakan tanpa motivasi, maka
perubahan tingkah laku tidak akan terjadi pada diri peserta didik.
Sebab adanya motivasi yang kuat, menunjukkan adanya minat untuk
mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian maka seorang tenaga pendidik
(guru) harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik dalam
proses pembelajaran sebab jika peserta didik termotivasi untuk belajar
maka prestasi yang didapatkannya juga akan baik. 

Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk membangkitkan motivasi
belajar peserta didik dalam proses belajar mengajar adalah dengan
menggunakan media atau sumber pembelajaran yang menarik. Salah satu
fungsi sumber belajaran adalah untuk memperjelas materi pelajaran dan
menjadikan belajar lebih menarik, sehingga peserta didik lebih
termotivasi dalam mengikuti pelajaran tersebut. Untuk itu guru harus
memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang pemilihan dan
penggunaan media dan sumber belajar. Atas dasar kenyataan inilah
peranan media pengajaran mutlak diperlukan dalam pengajaran IPA yang
notabene merupakan pelajaran yang membutuhkan alat bantu dan sumber
belajar yang rill dalam penyampaian materi pelajaran di kelas.

Dalam pembelajaran IPA, media atau sumber belajar merupakan salah satu
komponen pembelajaran secara menyeluruh, sebagai pengetahuan yang
menjurus pada intraksi sosial peserta didik dalam masyarakat. Untuk
menggambarkan lingkungan sosial serta fakta-fakta yang terjadi dalam
masyarakat, guru perlu memberikan gambaran yang realita dalam
pemahaman konsep pengetahuan anak melalui penggunaan lingkungan
sekolah sebagai media pembelajaran IPA. 

Berdasarkan pendapat di atas, hendaknya seorang guru menanamkan konsep
pada diri anak secara konkrit, dengan media lingkungan, sehingga anak
akan mendapatkan gambaran konsep pengetahuan yang nyata. Namun
kenyataannya di lapangan jarang sekali guru menggunakan media
lingkungan tersebut sebgai media pembelajaran, padahal media
lingkungan memiliki arti yang penting dalam meningkatkan motivasi
belajar peserta didik.

Kenyataan di lapangan, sebagian besar guru mata pelajaran IPA belum
memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada di sekitar lingkungannya,
misalnya pemanfaatan lingkungan sekolah dalam melaksanakan proses
pembelajaran.
Asri © Jumat, 14 Juni 2013 | 19:07 WIB
SEGELUMIN TTG APA ITU BELAJAR

a.	Pengertian Prestasi Belajar

Menurut Eijaya dan Rusnan (1994) bahwa prestasi belajar ditandai oleh
adanya perubahan-perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti
kegiatan atau proses yang berlangsung yang berupa angka atau nilai.
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,
diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (dalam
Djamarah, 1990: 73). 

Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk
mendapatkan sejumlah kesan atau pengalaman yang mengakibatkan
perubahan-perubahan pada diri individu sebagai hasil dari aktivitas
dari belajar (dalam Slameto, 2002: 67). Berdasarkan pengertian di atas
maka dapat ditarik suatu pemahaman bahwa prestasi belajar adalah hasil
dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara
individual maupun kelompok. Sedangkan belajar adalah suatu aktivitas
yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari
bahan yang telah dipelajari.

b.	Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Banyak hal yang dapat menghambat dan mengganggu kegiatan pembelajaran,
bahkan tidak jarang terjadi suatu kegagalan dalam kegiatan
pembelajaran. Hal itu disebabkan oleh berbagai masalah yang sering
dihadapi oleh peserta didik ataupun sebaliknya (pendidik) ketika
melakukan pembelajaran. Oleh karena itu dalam bagian ini penulis akan
mengungkapkan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terdajinya
masalah dalam pembelajran. Faktor-faktor dimaksud adalah sebagai
faktor indogen dan faktor eksogen. Dalam hal ini Zainal Aqib (2003:
63) membagi faktor-faktor itu secara rinci, yakni:
1.	Faktor Endogen
Faktor Endogen terdiri dari faktor biologis yang mencakup masalah
kesehatan dan cacat badan. Faktor psikologis yang mencakup
intelegensi, perhatian, minat, bakat, dan emosi. 
2.	Faktor Eksogen
Faktor eksogen adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta
didik, yakin masalah lingkungan keluarga yang mencakup faktor
orangtua/keluarga, faktor suasana rumah, dan faktor ekonomi keluarga.
Lingkungan sekolah yang mencakup masalah: a). Cara penyajian pelajaran
yang kurang baik, b). Hubungan guru dan murid yang kurang baik, c).
Hubungan antara anak dengan anak kurang menyenangkan, d). Bahan
pelajaran yang terlalu tinggi di atas ukuran normal kemampuan anak,
e). Alat-alat belajar di sekolah yang serba tidak lengkap, dan f).
Jenis-jenis pelajaran yang kurang baik. Faktor yang terahir adalah
faktor lingkungan masyarakat yang mencakup masalah a). Media massa,
b). Teman bergaul memberikan pengaruh yang tidak baik, c) Adanya
kegiatan-kegiatan dalam masyarakat, dan d) Corak kehidupan tetangga.
Asri © Jumat, 14 Juni 2013 | 21:58 WIB
POTRET DIRI

Selayang pandang ku renungi dunia ku, merebak asa yang selalu
terngiang dalam benak tetapi selalu saja ia tersibak di tepi malam dan
pada kelak tawa di terik siang ia tersingkir. Kadang rasa jengkel
terasa kepada Tuhan tetapi apa boleh buat aku tidak pernah bertemu
dengan Tuhan ku, namun pasrah bukanlah sifat ku. Keras, mungkin
sekeras batu, tegarnya setegar karang di lautan namun sebenarnya aku
adalah orang yang lemah, tidak berkekuatan untuk melawan nasib dan
menentang teriknya surya pada alam yang terang penuh kegemerlapan. 
Aku menjerit karena rasa terbuang selalu saja menghampiri. Aku
terbuang dari alam yang terang terseret pada kelamnya hidup yang tiada
bertepi. Rasa kelam selalu menjegal pada pelupuk hati ku, tetapi
sebenarnya aku tidak tahu sebab apa semua ini harus aku rasaka,  apa
karena hati ku jauh dari cahaya ataukah aku memang orang yang selalu
bersahabat dengan kelam pada dunia yang semakin renta.
Suratan takhdir memang tidak boleh disalahkan, tetapi aku berfikir
bahwa itu harus aku tentang namun aku hanyalah seekor serigala yang
bodoh, aku hanyalah seekor harimau yang ompong taringnya, aku hanyalah
seeskor naga yang patah saya-sayapnya. Kebodohan ku sungguh
benar-benar nampak dari kelamnya nasib yang harus selalu ku jalani.
Aku memang benar-benar bodoh sebab aku tidak pernah bisa untuk
menaklukkan seekor semut di dalam genggaman ku, aku tidak pernah bisa
menak lukkan rasa pengap, takut dan terbuang di tepi waktu.
Asa hanyalah sebatas keinginan yang selalu terlintas dalam pengapnya
otak ku sebab aku hanya bisa membuat asa namun tidak bisa berkarya.
Hitam awan pasrah ku jilati kusam ku dekap dengan muak ku lelap, pagi
yang hingar dengan sadar aku gentar. Malam adalah teman yang abadi
buat ku sebab hingar pagi membuat aku gentar menuang asa. Setiap saat
aku merasa hidup ku benar-benar sulit, terapung di dalam lautan,
terseret oleh arus dan ditimang oleh angin. Aku dibuai oleh asa yang
tidak pernah bisa tercapai. 
Aku tidak bisa menyalahkan waktu sebab aku sadar bahwa diri dan hidup
ku dipenuhi oleh kenistaan. Aku benar-benar sadar dan aku memang patut
dihuni oleh kenistaan dan kenestapaan karena aku adalah seorang
pembual dosa. Beribu hari aku sia-siakan untuk sesuatu yang nampak
indah dalam pandangan mataku namun sebanrnya sia-sia dan berdosa untuk
dijalani. Beribu-ribu malam aku luangkan menimang gelapnya dunia yang
penuh noda, ratusan pagi aku gunakan untuk mencurahkan nafsu iblis
yang bercokol dalam pusaran dan ubun-ubun ku. Aku hanya menuruti nafsu
birahi kebinatangna ku, hidup ku seperti di dalam hutan tidak ada yang
mengekang dan tidak ada hukum yang menjegal padahal aku tidak sadar
Sang Maha Tunggal selalu mengawasi di setiap untaian waktunya. Sekali
lagi aku sadar hidup ku benar-benar seperti di dalam hutan tanpa
memikirkan aturan dan hukuman, padahal aku tidak sadar bahwa
kesenagan, kepuaasan, dan kelihaiyan dunia telah menipu ku.
Wanita aku anggap hanyalah seonggok sampah yang bisa aku buang begitu
saja padahal mereka juga manusia yang butuh kasih dan sayang tetapi
itulah aku seorang pembual dosa yang patut dibenci dan dicaci oleh
alam dan semua isinya. Aku benar-benar nista tetapi tidak satupun
orang yang bisa menerawang betapa pedihnya hatiku yang sebanarnya,
hingga datanglah seorang bidadari dalam hidup ku yang bisa
membangunkan ku dari mimpi kelam hidupku, yang bisa menyeret dan
menekuk aku dengan kasih sayang dan hatinya yang muli. 
Bidadari itu dapat menaklukkan kebinalan ku, ia mampu melunakkan
taring-taring ku hingga aku sadar dan berlutut menyerah di hadapannya,
namun sayang bidadari itu hanya hadir sekejap mata yang tak dapat aku
gapai cintanya. Aku sungguh mencintainya, tapi sedikitpun ia tak bisa
memberikan cintanya untuk ku. Tetapi aku tidak kecewa dan berputus asa
sebab ia sudah bisa menyadarkan ku dari kelamnya malam dan dari aroma
minuman, serta aroma nafas tubuh wanita yang kerap kali aku
sia-siakan.
Ketika aku berada pada masa remaja yang sekarat barulah aku mengerti
artinya cinta, apa artinya hidup, apa artinya kehinaan dan
kesia-siaan. Aku juga benar-benar sadar betapa indahnya hidup dengan
cinta dan pengabdian kepada sang Tuhan. Semuanya karena dia, bidadari
yang ku puja tanpa dipuja. 
Kini aku hanya bisa mendekap awan, menantang matahari dan mengarungi
siang malam dengan menggenggam penyesalan yang tidak bisa dipikul oleh
kilatan halilintar. Segala asa aku tabur dengan benih-benih cinta dan
kedamaian namu asa itu selalu dijegal oleh waktu, mungkin ini adalah
balasan atas kelamnya dunia ku di waktu siang dan kini ketika senja ku
telah menghampiri, aku hanya bisa menghiba dan meratap menyesali siang
ku yang telah terlewatkan dengan hamparan benih hitam dengan dunia
bergelimang noda. Kini ratapan itu semakin keras, kerasnya melebihi
suara gelegaran halilintar yang memecah keagungan bumi dan lebih keras
dari raungan serigala yang lapar akan kedamaian.
Akulah serigala hutan yang lapar dan dahaga akan kedamain dan
kesucian, namun mungkinkah itu ku dapatkan sebab aku hanyalah
laki-laki yang tersudut di tepi dunia. Air mataku sudah habis dan
mengalir seperti apai, derasnya sudah menghancurkan segenap rimba dan
sungai kedamaian di pusaran hati. Aku bergerak di antara kenestapaan
dan penyesalan sehingga hidup yang ku jalani semakin terasa keras dan
terjal. 
Terjalnya tebing-tebing kehidupan yang aku daki sudah tidak bisa ku
gambar dengan kata-kata, jurang-jurangnya terlalu dalam untuk aku
masuki, goa-goanya terlalu gelap untuk aku huni, sungainya terlalu
deras untuk aku seberangi, lautannya terlalu bergelombang untuk aku
arungi, begitu pula gunung-gunungnya terlalu tinggi untuk aku daki,
namun aku harus selalu berusaha sebab bidadari itu telah memberi ku
keyakinan bahwa di seberang lautan, diujung sungai, di dalam jurang,
di tengah kegelapan goa dan di puncak gunung ada istana yang harus aku
gapai demi menebus kelamnya hidup ku di masa lalu dan demi
membahagiakan orang yang telah menyelamatkan ku dari semua itu. 
Aku tidak perduli walau akau harus terseret arus, tergelincir dan
jatuh ke dalam jurang yang dalam, meski aku harus hanyut terbawa arus
lautan, ataupun aku harus tetusuk onak berduri disetiap langkah tapak
kaki ku, aku tidak perduli walau aku harus menjerit dan meraung-raung
karena rasa sakit yang begitu pedih menimpa raga osong ini. Aku tidah
perduli meski nyawa ku harus terputus asalakan aku dapat membahagiakan
bidadari itu untuk menebus dosa ku di masa lalu. 
Aku sadar wahai sang alam yang penuh dengan kemerlapan, akau sadar
ya.. aku benar benar sadar engkau telah menipuku di masa lalu dan akan
ku balas dengan menggapain kegemilangan untuk mereka yang menyayangi
ku. Aku juga sadar wahai Tuhan pengusa alam, aku hanyalah buih yang
bisa diterbangkan kemana saja, aku ibarat debu yang dapat tersapu dan
jikapun kegemilangan tidak bisa aku gapai aku tidak akan menyesali
perjuangan ku sebab yang mengatur jalan ku adalah Engkau Ya..
Ilahirobbi.
Saat ini aku terbuai dengan jalan hidup ku, aku curahkan semuanya
walau itu hanya secuail dengan untaian kata-kata yang sengaja aku buat
untuk engkau putra-putra harapan ku suapaya kalian tahu siapa ayah mu
dan supaya kalian mencontoh ayah mu yang hidup pada dunia yang kusam..
Aku tuangkan ini dengan kata-kata yang mungkin bisa difahamii oleh
bintang yang menantap ku dengan geram, rembulan yang menyirami ku
dengan cahaya dendam, udara malam yang membelai tubuh ku dengan
kemarahan dan serangga malam yang membisingi telinga ku dengan penuh
kebencian atas kelihaiyan ku membuat noda. 
Aku tulis ini karena benak ku sudah tidak dapat menyimpannya, aku
jeritkan semuanya kepada alam dan kepada malam aku bertanya, kapan
kepedihan berhenti menyelimuti ku ?, kapan dan kapan aku berhenti
menuang asa... ?, lalu aku menghiba dan memohon kepadanya “wahai
kegelapan malam selimutilah jiwa ku dengan kedamain yang tersimpan
dalam kelam mu”. Di balik bukit aku bersandar menunggu masa sambil
beruasaha memejamkan mata, menulikan telinga dan mebisukan mulut ku
yang terlalu lebar supaya aku dapat menuai mimpi dalam lelapnya alam
yang mendendam ku. 
Ketika udara malam dan nyanyian serangga hutan yang mendendangkan
kedamaian mengantar para pemimpi untuk menuai asa meraka aku tetap
melayangkan fikiran ku dan mengenang kejahatan ku lalu aku bertanya
kepada diri ku, kepada hati ku dan kepada ribuan bintang yang
menghiasi malam, “apakah aku adalah insan yang benar-benar tidak
tahu diri, ataukah aku hanyalah sekor cacing yang menggeliat di terik
mentari atau akau adalah seekor burung yang bisa terbang kesana
kemari”. 
Gelak tawa sudah tidak terdengar lagi, hembusan angina malam menyumpal
mulut ku sehingga tawa tidak terdengar lagi dan lidah ku hanya bisa
mendesisikan keluh kesah yang dalam untuk tetap akau tahan. Sampai
kapan harus begini.. entahlah... entah aku tidak tahu atau memang aku
harus tetap terkurung dalam kepedihan hingga malaikat maut datang
menggendong nafas ku menuju singgasana yang telah aku hilangkan 
kakinya. 
Hari ini akau akan berusaha berdiri di bawah langit, di atas bumi ku
tumpukan kaki, bibir ku akan tetap menyanyikan cinta sampai wajah
dunia tidak murung lagi menatap ku, aku akan berusaha bernyayi di
terik mata hari dan memetik gitar di bawah redup cahaya rembulan sebab
kesedihan hanyalah sebuah kebodohan, penyesalan hanyalah sebuah
pembodohan dan aku tidak mau bodoh untuk kedua kalinya, lalu aku akan
berseru pada diri ku dan kalian semua. 
“Hidup Hanya Sekali Janganlah Enggkau Mati Dalam Keraguan”.
Asri © Sabtu, 15 Juni 2013 | 17:06 WIB
NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA DAN DASAR NEGARA

A.NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
Diterimanya Pancasila sebagai ideology bangsa atau ideology Nasional
membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan
landasan pokok bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila sebagai Ideologi Bangsa adalah :

1.Nilai Ketuhanan : nilai ketuhanan ini mengandung arti adanya
pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa
yang menciptakan alam semesta.
2.Nilai Kemanusiaan : nilai ini menagandung arti kesadaran sikap dan
prilaku sesuai dengan norma-norma morsl dalam hidup berbangsa dan
bernegara atas tuntunan hati nurani dengan memperlakukan suatu hal
sebagaimana mestinya.
3.Nilai Persatuan : Nilai Perstuan Indonesia mengandung makna usaha
keras bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme
dalam Negara Kestuan Repoblik Indonesia (NKRI). Kesadaran ini akan
tercipta dengan baik apabila kita menghayati semboyan Bhineka Tunggal
Ika.
4.Nilai Kerakyatan : Mengandung mana suatu pemerintahan dari rakyat,
oleh rakyat, dan untuk rakyat. Berdasarkan nilai ini Indonesia
mengakui paham Demokrasi.
5.Nilai Keadilan Sosial : Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia mengandung makna sebagai dasr sekaligus tujuan  yaitu
terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

B.NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Pancasila sebagai dasar negara mengandung menjadikan setiap tingkah
laku dan serip keputusan para penyelenggara negara dan pelaksana
pemerintahan harus selalu berpwdoman pada Pancasila, dan tetap
memelihara budi pekerti yang luhur, serta memegang teguh moral dan
budaya bangsa.
Nilai-nilai pancasila sebagai acuan dalam menyusun etika kehidupn
berbangsa bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai Dasar Negara
Pancasila memiliki nilai yang harus selalu dijadikan sebagai acaun
dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di Indonesia.
1.Dalam bidang politik : dalam bidang ini Pancasila landasan bagi
pembangunan politik dan dalam perakteknya menghindarkan
peraktek-peraktek politik tak bermoral, dan tidak bermartabat sebagi
bangsa yang memiliki cita-cita morsl dan budi pekerti yang luhur.
2.Dalam bidang Hukum : dalam bidang ini Pancasila sebagai paradigma
pembangunan hukum, hukum yang dibentuk hendaknya haruslah merupakan
cermin nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, dan bersifat
kerakyatan.Pancasila menjadi pembentuk hukum sebab Pancasila adalah
sumber hukum nasional.
3.Dalam bidang sosial budaya : dalam hal ini pancasila merupakan
sumber normatif dalam pengembangan aspek sosial budaya yang berdasar
pada nilai-nilai kemanusiaan, nilai ketuhanan, dan nilai keberadaban.

4.Dalam bidang ekobomi : dalam bidang ini Pancasila menjadi landasan
dasar nilai dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi bangsa Indonesia
berdarakan nilai kemanusiaan, yang bertujuan untuk kesejahteraan dan
pemerataan bagi segenap masyarakat Indonesia.
5.Dalam bidang pembangunan : Bangsa Indonesia yang berdasarkan pada
nilai Pancasila harus melakukan pembangunan demi kesejahteraan ummat
manusia dengan rasa nasionalisme.

C.SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKA,
BERBANGSA, DAN BERNEGARA.	

Sikap positif dapat diartikan sikap yang baik dalam menanggapi
sesuatu. Sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila berarti sikap
yang baik dalam menanggapi Nilai-Nilai Pancasila serta mengamalkannyha
dalam kehidupan sehari-hari.

1.Karaktristik Ideologi Pancasila
Karaktristik yang dimaksud disini adalah ciri khas yang dimiliki oleh
Pancasila sebagai Ideologi Negara yang membedakannya dengan
ideology-ideologi bangsa lain. karakteristik tersebut adalah :
a.Tuhan Yang Maha Esa : Bangsa Indonesia mengakui eksistensi Tuhan
sebagai pencipta dunia dengan segala isinya. 
b.Penghargaan terhadap sesame Ummat manusia apapun suku bangsa ataupun
agamanya : karaktristik ini menjelaskan bahwa semua manusaia sama di
depan Tuhan, oleh karena itu kita harus bersikap adil terhadap sesame
manusia tanpa memandang bulu.
c.Indonesia menjunjung tinggi perstuan bangsa : dalam karakteristik
ini dijelaskan bahwa dengan persatuan dapat dibina kerjasama yang
harmonis. Maka dalam hal ini kepentingn bangsa kita tempatkan di atas
kepentingan sendiri.
d.Kehidupan berbangsa dan bernegara didasarkan atas Demokrasi yaitu
demokrasi Pancasila 
e.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : karaktristik ini
menggambarkan bahwa Pancasila bercita-cita untuk menciptakan keadilan
dalam kemakmuran yang merata. 
 
2.Arti Pentingnya Pancasila Dalam Mempertahankan Negara Kesatuan
Repoblik Indonesia

Sebagai ideology dan dasar negara, Pancasila memiliki fungsi sebagai
acuan bersama, baik dalam memecahkan perbedsan serta pertentangan
politik dianatara golongan dan kekuatan politik yang ada. Ini berarti
bahwa segenap golongan dan kekuatan yang ada di Indonesia sepakat
untuk menajaga, memelihara, dan mempertahankan NKRI dengan bingkai
Pancasila.
Selain itu secaranyata sering terjadi upaya untuk memecah belah NKRI,
misalnya lewat pemberontakan Madiun 1948, maupun penghianatan
G-30/s/PKI tahuin 1965. namun kesemuanya itu dapat digagalkan berkat
kesepakatan segenap golongan banga Indonesia untuk tetap
mempertahankakan keutuhan NKRI dengan landasan Dasar dan Ideologi
Pancasila.

3.Upaya Mempertahankan Ideologi Pancasiladan Dasar Negara Pancasila

Mempertahankan berarti mengusahakan agar sila-sila dalam Pancasila
dilaksanakan dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat dan Bernegara
dengan kata lain, mempertahankan Pancasilaberarti mngusahakan agar
dasar negara RI tidak diganti dengan dasar negara lain.
Adapun usaha-usaha untuk mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi dan
Dasar Negara adalah sebagai berikut :
a.Melaksanakan sila-sila Pancasila dalam kehidupan bernegara. Dalam
hal ini pemerintah dalam semua tindakannya didasrkan atas Pancasila
dengan memperhatikan kehidupan beragama, hak-hak setiap warga negara,
menekankan pentingnya persatuan, memperhatikan suara rakyat dan
keadilan sosial.
b.Melaksanakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat hendaknya memperhatikan kehidupan
beragama, hak-hak orang lain, mementingkan persatuan, menjunjung
tinggi demokrasi, dan memperhatikan keadilan soaial bagi semua
masyarakat.
c.Pendidikan memegang peranpenting untuk mepertahankan Pancasila, oleh
karena itu sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap
Pancasila kita harus selalu banyak belajar pada lembaga pendidikan
yang ada (sekolah).

4.Peranserta Warga Negara Dalam Mempertahankan Pancasila

Alasan –alasan bangsa Indonesia mempertahankan Ideologi Pancasila
adalah sebagai berikut :
a.Historis : secara histories nilai-nilai Pancasila telah dimiliko
oleh bangsa Indonesia sejak sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Oleh karana itu kita sebagai masyarakat Indonesia wajib menghayati,
mel.estarikan, dan menagamalkan, serta mempertahankan nilai-nilai
Pancasila itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
b.Sosiologis : melemahnya kepercayaan rakyat terhadap Isdeologi
Pancasila dapat mengancam persatuan dankesatuan bangsa Indonesia yang
telah lama terbina, dipelihara, serta dijaga. Oleh karena itu sebaga
warga negara Indonesia kita wajib mengembangkan dn mengkaji lagi
nilai-nilai Pancasila sebagai karia besar bangsa sendiri.
c.Ancaman Ideologi Lain : dalam kerangka memepertahankan Ideologi
Pancasila, kita sadar akan keberdaan Ideologi lain yang membehayakan
kelangsungan hidup Pancasila. Misalnya : a. Paham Komunis, b. Paham
Libralis, c. Paham yang menyalah guanakan agama, dll.

Untuk mempertahankan Pancasila Indonesia perlu melakukan usaha terpadu
dan berencana. Usaha-usaha mempertahankan ideology pancasila adalah
sebagai berikut :
1.Meresapi kemabali cita-cita yang terkandung dalam Pancasila yang
wujudkan dalam berfikir khas Pancasila yaitu befikir integralistik
bukan berfikir liral dan materialistic.
2.penngalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara bulat dau
untuh dalam bermasyarakat, Berbangsa, dan bernegara yang selaras,
serasi dan seimbang.
3.Meninglatkan ummat beragam agar percaya dan bertakwa terhadap Tuhan
Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
4.Melaksanakan teri kerukunan ummat beragaama.
5.Mematuhi norma hukum, norma sosial. Norma agama, dan peraturan
perundang-undangan lainnya yan g berlaku.




LATIHAN PENDALAMAN MATERI

I.	PILIHAN GANDA

1.	Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahu dengan jelas
tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan….
a. Dasar Negara	b. Semangat	c. Cita-cita	d. Pandangan hidup bangsa
2.	Kebebasan beragama memerlukan hak asasi yang paling dasar sebab…
a.	Pelaksanakan tidak memerlukan pengawasan dari pemerintah
b.	Langsung bersumber kepada martabat manusia sebagsi makhluk tuhan
yang maha esa
c.	Memperoleh jaminan hukum da;am UUD 1945 
d.	Menjai cirri khas bangsa Indonesia 
3.	Gagasan paham integralistik di Indonesia pertamakalinya dikemukakan
oleh….
a. Ir. Soekarno	b. Drs. Moh. Hatta     c. Prof. Dr. Soepomo    d. Mr.
Moh Yamin
4.	Ideologi negara seca khusu dikaitkan dengan……
a.	Ideologi Nasional Bangsa Indonesia
b.	Hubungan anytar-lembaga-lembaga negara
c.	Sistem penagturan lembaga-lembaga negara
d.	Pengaturan penyelenggaraan pemrrintahan negara
5.	Pembukaan UUD 1945 mengandung cita-cita bangsa Indonesia, hal ini
terdapat dalam alenia……..
a. Pertama	b. Kedua	c. Ketiga	d. Keempat
6.	Pokok-pokok fikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945
tidaklain  adalah…
a. Pancasila	
b. Batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945
c. Piagam Jakarta
d. Adat-istiadat
7.	Persyaratan-persyaratan suatu ideologi biasanya memuat hal-hal
sebagai berikut…kecuali
a. Pedoman	b. Dokterin	c. Ajaran		d. Cita-cita
8.	Asal mula bentuk Pancasila adalah rumusan dari Ir. Soekarno, Drs.
Moh. Hatta, dan Anggota-anggota BPUPKI lainnya. Menurut Notonogoro hal
ini disebut…
a. Kausa Efisien	b. Kausa finalis	c. Kausa pormalis		d. Kausa
Matrealis
9.	Pancasila sebagai ideology negara terbentuk dengan cara….
a. Mendadak				b. Membaca literature tentang bilogi
c. Melalui proses yang panjang		d. mMembandingkan dengan ideology
negara lain
10.	Berikut ini yang tidak termasuk nilai-nilai Pancasila adalah….
a. Ketuhanan		b. Kemanusiaan		c. Kerakyatan		d. Kekeluargan
11.	Tugas negara atau Tujuan Nasional terdapat dalam Pembukaan UUD
1945 pada alenia ke….
a. Pertama		b. Kedua		c. Ketiga	d. Keempat
12.	Lembaga yang mengesahkan Pancasila menjadi dasar negara adalah…
a. KNIP	b. MPRS	c. PPKI		d. BPUPKI
13.	Masyarakat Kapitalis merupakan hasil dari ideologi…
a. Komunis		b. Individual	c. Libral		d. Sosialis
14.	Melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap ideology Pancasila,
antara lain akan dapat mengancam…
a. Iman dan Takwa seseorang		b Harta dan martabat manusia
c. Perstuan dan kesatuan bangsa	d. Keadilan sosial bagi seluruh rakyar
Indonesia
15.	Kebebasaan seseorang dalam melaksanakan haknya adalah….
a. Kepentingan Umum	b Kepentingan prtbadi
c. Edoisme			d. Individu
16.	Kewajiban  Warga Negara untuk memelihara kerukunan hidup antar
ummat beragama adalah…
a. Percaya kepada Tuhan YME		b. menunaikan ibadah sesuai dengan agama

c. Bersyukur atas karunianya		d. Mengendalikan diri dalam beragama
17.	Istilah Pancasila sebagai Dasar Negara, pertamakali diperkenalkan
oleh Soekarno pada tanggal…
a. 28 April 1945	b. 29 Mei 1945	c. 1 Juni 1945	d. 1 Juli 1945
18.	Ajaran komunis sangat bertentangan dengan dasar negara Pancasila,
antara lain adanya…
a. Kapitalisme	b. Libralisme	c. Atheis		d. Individualisme
19.	Ajaran yang terkandung dalam Ideologi negara antaralain sebagai
berikut, kecuali…
a.	Berisi perinsif-perinsip hidup berbagsa dan bernegara
b.	Menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pejabat negara
c.	Menjadi dasar hidup berbangsa dan bernegara
d.	Memberikan arah dan tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
20.	Pancasila sebagai dasar negara dipergunakan untuk……
a.	Menagtur penyelenggaraan pemerintah nmegara
b.	Menentukan tujuan negara Indonesia
c.	Menyusun Program pembengunan 
d.	Landaan kehidupan berbangsa dan bernegara
	
II.	URAIAN
1.	Jelaskan apakah yang dimaksud dengan ideology negara !
2.	Jelaskan 3 latar belakang Pancasila sebagai dasar negara !
3.	Sebutkan 4 faktor pemikiran yang mendorong Pancasila sebagai
ideology terbuka !
4.	Sebutkan dua sifat negara yang menganut teori integralistik !
5.	Sebutkan 3 perinsif  yang terkandung dalam ideology negara !
Uballdus Y Gilly Ω Senin, 12 Agustus 2013 | 18:43 WIB
Saya pengelola surat kabar sekolah SMANSA NEWS milik SMAN Ende Flores
NTT dan Suara Syuradikara milik SMAK Syuradikara Ende flores NTT. Saya
membutuhkan banyak artikel mengenai pendidikan di Indonesia. Bila ada
tulisan dalam laman ini saya minta ijin untuk mengambilnya dijadikan
tulisan opini dalam duaa surat kabar ini terima kasih. Salam Uballdus
Y Gilly Ende Flores NTT
aan suryadi Kamis, 12 September 2013 | 14:48 WIB
membaca adalah merupakan kunci utama tuk menuju kesuksesan,
MENGAPA............? karena dengan membaca kita bisa mendapatkan
informasi2 penting yang tak kita ketahui. IA BUKAN?
Zahrotul Khasanah Kamis, 21 November 2013 | 15:19 WIB
mana artikelnya ? malah kaya gitu
siti Ω Selasa, 26 November 2013 | 15:16 WIB
bnyk di monyett b       
totok χ Kamis, 28 November 2013 | 15:35 WIB
artikel penddikan
aloorr @ Jumat, 6 Desember 2013 | 19:08 WIB
alorrrrr
master @ Sabtu, 25 Januari 2014 | 06:23 WIB
http://masterpendidikan.blogspot.com/2013/12/bahasa-inggris-untuk-hidu
p.html
theo mamoh Rabu, 29 Januari 2014 | 21:44 WIB
seseorang akan berubah dengan gampang karna faktor lingkungan. hidup
mahasiswa indonesia   
Bayu @ Sabtu, 1 Februari 2014 | 14:38 WIB
Wee mana artikelnyaa ????????????????????????????      
      
mahfud sunaryo Senin, 14 April 2014 | 13:34 WIB
supaya artikel pendidikannya  diperbanyak dan berkualitas
Tuah Kamis, 19 Juni 2014 | 14:19 WIB
mana artikelny?

Mau komentar? Mau diskusi? Silakan tulis pesan: 
Nama:  
Website:  
Email:  
Nomor HP:  
Pesan:  
Nama tokoh wayang:  gatot
Beritahu teman-teman Anda:
Share on Facebook Share on Twitter


Copyright © 2014 Artikel Pendidikan   |   About   Privacy   Contact