Artikel Pendidikan

   // artikel tentang pendidikan Indonesia
 ArtikelPendidikan.com    Forum     Ngobrol Yuk!     Contact Us   
Artikel Pendidikan
Selamat datang di ArtikelPendidikan.com. Kami menerima sumbangan artikel dari Anda. Sebagai penulis, nama dan data singkat Anda akan dicantumkan di akhir tulisan.

ArtikelPendidikan.com

Berikan komentar di sebelah kanan.

ir.omex: gmna cra x bisa bahasa :blush:
dek yuni: haeeeeeee :-))
iecha: aduuuuh apa ya:)
fathyimht: mna nih cntoh artikelnx :-)
raden: :-P
raden: kenapa semua pada nyalahan guru ??????????????????? kalian semua bukan guru so gak usah sok tau !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
raden: peningkatan tunjangan guru disertai peningkatan kualitas dan melalui proses panjang.. tapi remunerasi apa coba ??????????????????
raden: freedom and keep freedom
dewi: mana neh artikelx????
satya: artikelnya donk
chanchan: manasiech artikel tentang pendidikan tpiee yg aqw criee cuman 5 bait n gk panjang2 :blush:
arsy: boleh minta artikel mengenai minat baca donk,,,PENTING nih,,,please,,,,
arsy: :-)) bolehkan??
arsy: salam kenal buat semua yah,,,,
fitri 33: semakin tinggi jenjang pendidikan kita semakin kita merasa bahwa ilmu yang kita miliki semakin sempit dan kita meras haus akan ilmu
 
Ada 284 komentar. Lihat semua komentar
Klik di sini untuk memberi komentar
imel melisa χ Jumat, 10 Juni 2011 | 21:30 WIB
klo mnurut sy si pendi2kan d indonesia itu bsa d ktakn masi rndah,,
karna perlengkpan yng d brikan hnya kpada tingkat ats atau daerh
perkotaan sdangkan daerah perkmpungan blum terpenuhi....
bhkan terkadang karna kkurangan guru,, mreka hrus mggunakan guru
tmatan SMP atau SMA...
 Terima kasih
AVIENA Rabu, 6 Juli 2011 | 11:00 WIB
UHH.............apa'an tuh pendidikan????     
yupy σ Rabu, 20 Juli 2011 | 10:50 WIB
eemmmmbb,,,
pendidikan sgt penting bg anak" indonesia,,,
pilDA Rabu, 20 Juli 2011 | 12:02 WIB
pendidikan mnurutQW,,,,,
is numb one,,,,       
mira @ Kamis, 21 Juli 2011 | 15:30 WIB
emang sh bgz pndidikaan dinegri kta
pramu Jumat, 22 Juli 2011 | 15:35 WIB
aduh ribet bgt sekolah      
via @ Sabtu, 30 Juli 2011 | 19:57 WIB
hai...met knl yaw smua???kliyn pd suka nulis yaw... 
nabilla Selasa, 2 Agustus 2011 | 10:57 WIB
he.em              
lllllllllllllll Kamis, 4 Agustus 2011 | 09:16 WIB
lllllllllllllllllllllllllllll
jhones % Selasa, 9 Agustus 2011 | 15:19 WIB
mana artikelnya???
ica @ Rabu, 7 September 2011 | 19:03 WIB
mana sih artikelnya !!!!!!!!!!!!!!
bintan @ Senin, 12 September 2011 | 19:54 WIB
iiiiiihhhhh..... sbell.. sbell..sbelll.... artikel'y g' da...
  hufffffffffft,,,,,,
aYu @ Selasa, 13 September 2011 | 19:59 WIB
artikel x mn sih kk g ada ?
dana endah š Rabu, 14 September 2011 | 17:39 WIB
mna artikelnya ???????????????  

pliz help me ......... contoh artikel yg brisi ttg pendidikan
..........              
  
zul @ Jumat, 16 September 2011 | 22:37 WIB
artikelny maaanaaaaa
BUDI SANTOSA Sabtu, 17 September 2011 | 06:14 WIB
pendidikan dan para parktisi pendidikan identik berisi orang-orang
yang nurut, sehingga pendidikan ladang empuk untuk memperkaya diri
melalui proyek-proyek pendidikan
Mutiaaaa.... @ Minggu, 18 September 2011 | 19:40 WIB
Mna artikelnyaa
Dilaaa... @ Minggu, 18 September 2011 | 19:41 WIB
Nthhh.   ..
sunny @ Senin, 26 September 2011 | 11:11 WIB
    
eny Kamis, 29 September 2011 | 10:59 WIB
pendi2kn jgn hNy menGandAlkAN uangGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!
Azizah Pratiwi @ Kamis, 29 September 2011 | 11:59 WIB
susah banget nyari ide bikin artikel pendidikan yah????
Azizah Pratiwi @ Kamis, 29 September 2011 | 12:00 WIB
susah bnget nyari ide attikel pendidikan yang mutakhir skrg ni..
icha cha-cha chuchay kechay Senin, 3 Oktober 2011 | 11:17 WIB
boseni dech.....
nyebelin bgtz............ 
       
Artikel Pendidikan: cucut
rtfhty Œ Selasa, 4 Oktober 2011 | 16:55 WIB
htghgnfhf
jayas Kamis, 6 Oktober 2011 | 21:48 WIB
semua tergantung pada kita,,,,
kita hrus bsa menjadi generasi yang tidak mudah putus asah...
selalu kreaktif.
walaupun kere tapi aktif.
hehehehehe................
jayas Kamis, 6 Oktober 2011 | 21:49 WIB
semua tergantung pada kita,,,,
kita hrus bsa menjadi generasi yang tidak mudah putus asah...
selalu kreaktif.
walaupun kere tapi aktif.
hehehehehe................
quintiliano pauf Senin, 10 Oktober 2011 | 20:40 WIB
tolong buatkan makalah tentang artikel penelitian
MEGANT TARA Selasa, 11 Oktober 2011 | 14:02 WIB
:::::::::::::::::::::::    LUDUU 
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
MEGANT TARA Selasa, 11 Oktober 2011 | 14:02 WIB
""" CCD CMUAAAAA""""""""'
MEGANT TARA Selasa, 11 Oktober 2011 | 14:03 WIB
zhansha Kamis, 13 Oktober 2011 | 14:28 WIB
HIH AKU BOSEN MA ISSE      javascript:
VIZZZTA Kamis, 13 Oktober 2011 | 14:31 WIB
PACARAN EMG RIBET BWANGETTTTTTT
AP LGY COjavascript:  WOK NY PEMALU 
ENDIH ANDRIANSYAH Sabtu, 15 Oktober 2011 | 23:40 WIB
banyaknya sistem dan pola pendidikan di kita, satu sisi adalah nilai
baik dan jalan menuju perbaikan pendidikan kita

tapi sisi lain, kesiapan dan ketidaktersediaan alat bantu dalam
menunjang pendidikan belum siap.

ini masalah dan perlu kita kaji secara seksama.
jajang herdiansyah Minggu, 16 Oktober 2011 | 09:19 WIB
ARTIKEL  Pendidikan sip...Bagus
jajang herdiansyah Minggu, 16 Oktober 2011 | 09:20 WIB
bagus good
rynie Sabtu, 22 Oktober 2011 | 15:52 WIB
menurut saya pendidikan di indonesia baik,tapi gara2 anak muda zaman
sekarang pendidkan di ndonesia jadi gak karuan,coba aja kalau zaman
dulu pasti gak karuan kayak sekarang.
Regita love M.r.c Ω Senin, 24 Oktober 2011 | 08:09 WIB
artikelnya mna. .? ?
  Help me...
Q mMbutuhkannya. . .        
Artikel Pendidikan: edit 8
syafar £ Senin, 24 Oktober 2011 | 15:59 WIB
bosen kya gni trrrrruuuzzzzzzzzzzzzzzz
dian indah sukma @ Selasa, 25 Oktober 2011 | 14:56 WIB
memang pendidikan itu sangat penting bagi masa
depan,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!SEMANGAT,,,,!!!!
fathin Selasa, 25 Oktober 2011 | 19:51 WIB
perpustakaan adalah gudang ilmu        
        
irfan ozil λ Selasa, 25 Oktober 2011 | 19:55 WIB
buku adalah gudang ilmu.               
                       
                    
                    
                 
                   
                     
                    
            from:irfan ozil
4ndhecha % Selasa, 25 Oktober 2011 | 19:58 WIB
kang3nzz gueh niwch samaw esdeh cemyungudyah follow twitter guqzz
yaxxx @m3lowkisscyungzzkamoeh
nasrudin Rabu, 26 Oktober 2011 | 08:48 WIB
pendidikan itu sangat mahal yah...
arifin @ Jumat, 28 Oktober 2011 | 14:49 WIB
olaa š Jumat, 28 Oktober 2011 | 21:28 WIB
heuu   nyari artikel susah  
mahir okky @ Minggu, 30 Oktober 2011 | 07:51 WIB
mudah mudahan pendidikan di indonesia lebih baik
Laela Rina Pratiwi ¢ Senin, 31 Oktober 2011 | 15:07 WIB
mudah- mudahan dunia pendidikan di Indonesia semakin maju,baik secara
internal maupun  eksternall...
ririn n diny @ Selasa, 1 November 2011 | 10:59 WIB
.
.
.aaaammmmmmmmmiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
       
Rhi_rhin & dhi_nhy @ Selasa, 1 November 2011 | 11:03 WIB
apo artikel thu wech ??????????????????
.
.
tttttttttttllllllllllllllllnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggggggggg  yn
JELASKAN 
.
.
.
zezey Selasa, 1 November 2011 | 14:04 WIB
uhhhhh.....

Sedinhnya melihat kondisi pendidikan di negri kita...
dengan dana yang begitu besar

mana iyu semua?
zezey Selasa, 1 November 2011 | 14:05 WIB
renita
rangga © Rabu, 2 November 2011 | 08:41 WIB
artikel adalah,suatu pelajaran yang bisa membuat pintar
fitri Kamis, 3 November 2011 | 16:41 WIB
kenapa cwiiiiiiiiiiiii  tak  ngasih kabar  tentang kamu  
hiiiiiiiiiiiiiiiiiii
fitri Kamis, 3 November 2011 | 16:44 WIB
gvtnmbm hhjh  hjjh  fjmjh jutek
dhiena @ Kamis, 10 November 2011 | 13:29 WIB
eemmmmmzzztt........
fazar Senin, 14 November 2011 | 18:53 WIB
Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia
Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan
ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah
menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak
ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena
masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat
pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri
sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002). 
Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik
untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik
pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini
pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah
disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan
minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran
pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya
terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai
investasi jangka panjang. 
Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan
sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern,
salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis
baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi
teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan
ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan
berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. 
Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka
tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang
yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak
berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan
dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh
karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah
mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum
berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education
yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat
(1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per
tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33
juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya
berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang
sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata,
antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan
universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta
rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.
Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah
sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter
ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah
diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi
konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih
lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah
manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah
menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan
pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry
G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity,
USA: University of Illionis, 1982, h.121).
Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama
pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin
banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara
untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya
keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya
manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan
pembangunan nasional. 
Nilai 
Balik Pendidikan
Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return)
yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. Nilai
balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang
dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang
akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di
negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik
terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi
modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di negara-negara
maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi
modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat dijelaskan
bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di
negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan
kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan
nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan,
Investasi SDM dan Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka:
Jakarta, 1999, h.247).
Pilihan investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan
pendidikan. Di Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata
sebesar 27 %, pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi 13 %.
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas
sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang paling
besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka
struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun
1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia
untuk Sekolah Dasar Negeri per siswa paling kecil yaitu rata-rata
hanya sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan
per siswa di Perguruan Tinggi Negeri mendapat alokasi sebesar 66.000
rupiah per bulan. Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu
ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri
25 kali lipat dari pendidikan dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya
pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi
justru terjadi inefisiensi karena hanya menguntungkan individu dan
kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting dilakukan mengingat
beberapa kajian yang menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati
pendidikan di PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka model
pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada jenjang pendidikan (dasar
vs tinggi) juga didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs
kaya). Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga kaya harus
dikenakan biaya pendidikan yang lebih mahal dari pada yang berasal
dari keluarga miskin. Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia
equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang digariskan Unesco.
Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di
Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih.
Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada
empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan
learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi
dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung,
meneliti, menghafal dan menghayal. Anggaran pendidikan nasional
seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun
dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar
seharusnya “benar-benar” dibebaskan dari segala beban biaya.
Dikatakan “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun
yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia
pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut
biaya, barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan
tingkat selanjutnya.
fazar Senin, 14 November 2011 | 18:56 WIB
      
PENDI LOVE BELLA Selasa, 15 November 2011 | 11:15 WIB
>KUNYUK
>BANGSAT
>ITIL
>KONTOL 
amin love kristin Rabu, 16 November 2011 | 13:30 WIB
salam bwat sukhi.......... yang makin caem
amin love kristin Rabu, 16 November 2011 | 13:30 WIB
salam bwat sukhi.......... yang makin caem
sifa muthia love bagas š Rabu, 16 November 2011 | 13:33 WIB
bagas I LOVE YOU.....
aku mencintaimu/..........
MUMTAZ UNITED Rabu, 16 November 2011 | 14:09 WIB
MUMTAZ UNITED % Rabu, 16 November 2011 | 14:16 WIB
Artikel Pendidikan: hty
http://64.131.78.66/__images/smil ... @ Rabu, 16 November 2011 | 14:20 WIB
duch http://64.131.78.66/__images/smiley/puyeng.gif mikirin buat
soal untuk
semesteran.....http://64.131.78.66/__images/smiley/jedug.gif

http://64.131.78.66/__images/smiley/lirik.gif Hmmm,...
cari ide dmn y?? http://64.131.78.66/__images/smiley/clinguk2.gif
MUMTAZ UNITED % Rabu, 16 November 2011 | 14:20 WIB
javascript:
hisyeam Œ Minggu, 20 November 2011 | 15:47 WIB
apa sssiiiiiiiiiiiih artikel itu aku mau bisa niiiiiiiiiiih
finia ¤ Rabu, 30 November 2011 | 14:54 WIB
Bingung Nih Mau Cari Artikenya .   
hendra Sabtu, 3 Desember 2011 | 08:24 WIB
butuh contoh2 pendidikan yg berwarna nie article nie  
coz 3 hari lagi dikumpul...  
olland σ Sabtu, 3 Desember 2011 | 14:21 WIB
asoooooooyyyyy
annisa Senin, 12 Desember 2011 | 14:44 WIB
pendidikan di indonesia itu bgus tpi syng....... indonesia kurng
mnjaga mka nya gampang di boongin ma orng.....????/    
fatin nur amalina α Selasa, 13 Desember 2011 | 18:04 WIB
apakah yang dimaksudkan dengan takrif pandangan atau pertemuan
pertama?
fitri Œ Rabu, 14 Desember 2011 | 12:23 WIB
ikhhhh...bguzzzzz bangetzzzzz!!!!!!
oshy Jumat, 16 Desember 2011 | 08:25 WIB
penididikan harusnya lebih diutamakan untuk kesejahteraan masa depan
bangsa...        
ropi rambo Jumat, 23 Desember 2011 | 15:02 WIB
pendidikan sekarang sudah tercampur dengan virus politik,
rizky_D`best λ Senin, 26 Desember 2011 | 10:45 WIB
memang dulunya sekolah adalah suatu bidang  pendidikan yang di
percayai oleh semua orang tapi entah kenapa banyak pemuda atau remaja
yang cuma mengharap ijazah....
laurensia @ Selasa, 27 Desember 2011 | 21:13 WIB
orang berpendidikan tidak semua dengan kepandaiannya kadang-kadan
pendidikan dapat di capai dengan kertas yang bernilai
is kartini Rabu, 4 Januari 2012 | 10:27 WIB
kami ingin mengirim artikel bagaimana caranya dan apa yang harus saya
siapkan atau terima
m.hasan ® Senin, 9 Januari 2012 | 16:37 WIB
menulis ,merangkum,dari berbagai media
m.hasan ® Senin, 9 Januari 2012 | 16:41 WIB
udin selalu sayang @ Selasa, 10 Januari 2012 | 16:27 WIB
adh pendidikan di indonesia banyak bohong tidak menjanjikan
///////';;',;;'//.,;;'/./.uang nya habis ku orang yang jualan korupsi
apabila aku jdi peresidenya yang korupsi di tembak mati aja biar
karapoken
obat alami $ Rabu, 11 Januari 2012 | 10:54 WIB
seberapa penting sih gan pendidikan itu, kalu boleh tau,,,?????
ubrew Rabu, 11 Januari 2012 | 20:12 WIB
mana artikel nya cma ada coment nya ja
sama gambar ce seksi 
obat herbal $ Kamis, 12 Januari 2012 | 09:39 WIB
atikelnya keren juga gan......
kutil ¤ Jumat, 13 Januari 2012 | 16:09 WIB
           
kutil ¤ Jumat, 13 Januari 2012 | 16:11 WIB
yunita Minggu, 15 Januari 2012 | 10:15 WIB
baguuuuuuuuuus bangetttttttt
thata χ Minggu, 15 Januari 2012 | 14:51 WIB
pendidikan diindonesia masih sangat memprihatinkan .Banyak anak-anak
dibawah umur yang tidak melanjutkan sekolah karena hanya tidak
mempunyai biaya .Seharusnya pemerintah harus lebih bijak dalam
meningkatkan mutu pendidikan .Kenapa biaya untuk WC DPR saja mencapai
2M ,kenapa tidak digunakan untuk membiayai pendididkan untuk anak-anak
yang tidak mampu ???????!
akouwmanusia byassa @ Minggu, 15 Januari 2012 | 20:29 WIB
pendidikan zaman sekarang cuma modal uang 
Anang Budiman Selasa, 17 Januari 2012 | 02:17 WIB
pendidikan sekarang yang aku alami sampai menempuh jalur hukum akan
tetapi masih ada kendala............(ada kejanggalan dalam berperkara)
  harus kemana aku mencari keadilan? 
jumini Selasa, 17 Januari 2012 | 19:48 WIB
minta tolong dikirim artikel tentang filsafat bahasa. terima kasih
intan % Rabu, 18 Januari 2012 | 21:26 WIB
tolong artikel pendidikannya diperbanyak lago
ITHA Kamis, 19 Januari 2012 | 14:02 WIB
pendidikan di bawa sampai akhir hayat
       
ITHA Kamis, 19 Januari 2012 | 14:09 WIB
tolong perhatikan anak2 terlantar dan berikanlah kesempatan bagi
mereka untuk mendapat pendidikan yang layak seperti teman2 yang
lain.mungkin mereka g bisa sekolah karena g ada biaya,atau keadaan
ekonomi yang rendah atau masalah2 yg lain,marilah ulurkan tangan
kepedulian kpd mreka.hai para dermawan.....perhatikanlah
kami..........
untuk tmn2 jgn patah smgat y....kalian masih px bxk ksempatan untuk
skolah...............   
chacha @ Kamis, 19 Januari 2012 | 18:23 WIB
riza tianorah Kamis, 19 Januari 2012 | 19:36 WIB
artikel nya bagus bgtz smga ttep bisa mnjadi pmbuiat artikel yg baeg
ciiisss
lisa Kamis, 19 Januari 2012 | 19:58 WIB
hy.....
gw lisa,gw cmn mw nitip slam za
bwt tman aq yg lgi skit,
mga cpat smbuh....
Rudi PutraWajo λ Minggu, 22 Januari 2012 | 22:04 WIB
Maju terus pendidikan. Pencanangan Pendidikan Karakter saat ini,
merupakan langkah awal menuju masyarakat yang beradat, sopan santun,
berbudaya, religius dlll. harus di dukung oleh semua pihak.
Tapi alangkah sedih, berang, marah, murka. melihat para wakil rakyat
kita di DPR menghambur-hamburkan uang rakyat untuk mempercantik ruang
rapat. apakah ini cerminan Good Governance atau Bad Governance.
KESALAHAN BESAR KITA MEMILIH MEREKA
eva Senin, 23 Januari 2012 | 16:03 WIB
artikel nya kurang lengkap..
santy ¤ Selasa, 24 Januari 2012 | 08:57 WIB
artikel x kurang lengkap... soal x gmbr x kurang bgus...????????????
pergi dlu ahhhhh????????????
 
mawar Selasa, 24 Januari 2012 | 13:52 WIB
artikel nya sich bagus but kurang lengkap
desri α Sabtu, 28 Januari 2012 | 14:23 WIB
gimana cihh artikel yg bgusssss...       
    
aprhillya ¢ Senin, 30 Januari 2012 | 18:52 WIB
.bguuuuuuuuuuuuus 
Syamsul Alam Rabu, 1 Februari 2012 | 21:23 WIB
pemerataan pendidikan perlu diperhatikan pemerintah..... bahkan klo bs
tiap daerah menjadikan perda tentang pendidikan.....
lasdrimanullang Kamis, 2 Februari 2012 | 13:13 WIB
tuhannnnnnnn mudah2 ada jawaban m
fajrrrrrr Kamis, 2 Februari 2012 | 13:43 WIB
tetep lebih baik lagi artikel indonesia
aki nini $ Sabtu, 4 Februari 2012 | 11:42 WIB
nanaonan ari siaa
syarifudin Œ Rabu, 8 Februari 2012 | 11:15 WIB
Sip Goood Artikelnya G' da...!!      
anggunt ω Rabu, 8 Februari 2012 | 19:07 WIB
sangat indah
Yuniarsih Ratna Seminar θ Sabtu, 11 Februari 2012 | 11:18 WIB
Membentuk Kepribadian Anak

Kesulitan mengembangkan kepribadian akan menyebabkan anak rentan pada
penyalahgunaan narkoba.

Setiap orangtua tidak ingin mengalami hambatan dalam proses
pembentukan kepribadian yang matang pada anaknya. Akan tetapi karena
berbagai alasan, seperti kesibukan, faktor ekonomi, kondisi sosial,
konflik dalam keluarga atau kurangnya pengetahuan membuat orangtua
tidak memperhatikan dan mempersiapkan cara mengarahkan maupun mendidik
anak dengan baik.

Orangtua menjadi terkejut dan baru menyadarinya, jika anak telah
memperlihatkan penyimpangan prilaku yang kronis, seperti anak senang
berkelahi, mencuri, kabur dari rumah dan sebaginya. Atau bahkan anak
telah terlibat penyalahgunaan narkoba, Orangtua kemudian mencari
kesalahan-kesalahan dalam mendidik, mencari kambing hitam penyebab
penympangan perilaku anak.

Oleh karena itu bekalilah anak dengan ilmu. Ilmu menjadi kunci utama
menuju gerbang kesuksesan. Allah menjamin, bahwa orang berilmu akan
dinaikkan statusnya pada beberapa level melebihi status orang yang
tidak berilmu (QS Al Mujadalah 58:11)

Pendidikan prasekolah di rumah menjadi barometer akan sukses tidaknya
pendidikan anak pada tahap-tahap selanjutnya.Memasuki usia sekolah
kontribusi orangtua bertambah penting. Orangtua harus betul-betul
waspada pada lingkungan luar anaknya baik teman di rumah maupun teman
di sekolahnya. Bangunlah kemampuannya untuk bergaul dengan baik dan
ajarkan pada anak untuk membiasakan sejak dini antara lain:taat pada
Allah dan Rosulnya, taat pada orangtua,menghormati sesama,mudah
berkompromi, dan beradaptasi,mengatasi konflik tanpa kekerasan,dll.

Jadi perlu disadari oleh para orangtua bahwa pematanganpembentukan
atau perkembangan kepribadian anak sangat tergantung pada kualitas
interaksi yang terbangun dalam lingkungannya atau kualitas interaksi
yang sengaja diaktualisasikan secara terencana. Terutama dari
lingkungan keluarga yang memberi pengalaman awal apda anak.
Sugeng Riyadi χ Sabtu, 11 Februari 2012 | 12:15 WIB
Tips Mudah Menghafal Pelajaran


       Dalam tulisan ini akan menginformasikan kepada teman-teman
tentang tips mudah menghafal pelajaran. Adapun tujuan tulisan mengenai
tips mudah menghafal disini didedikasikan kepada teman-teman yang
masih duduk dibangku sekolah, baik di tingkat SD, SMP, SMA, dan juga
bagi teman-teman yang sudah duduk dibangku Mahasiswa juga bisa mencoba
tips mudah menghafal pelajaran ini.
      Agar kamu bisa langsung mempraktekkan tips mudah menghafal
tersebut, maka berikut adalah caranya agar pelajaran yang sudah kamu
terima di sekolah dan juga kampus bisa nempel dan nyengkut di otak
kita:
1. Setelah pulang sekolah baca ulang pelajaran yang baru kita terima
sekali saja
2. Malam harinya coba untuk membaca kembali 2 kali dan setelah itu
baru dihapal
3. Jangan lupa seminggu sekali untuk mengevaluasi pelajaran yang telah
kita hafal sebelumnya agar tidak lupa.
      Tips Mudah Menghafal Pelajaran ini singkat tapi sangat efektif
untuk pelajar sekolah dan juga bagi para mahasiswa yang sering
kesulitan dalam mengahfal pelajaran-pelajaran yang diterima di Sekolah
dan juga di Kampus.
trisna desita Senin, 13 Februari 2012 | 18:07 WIB
apa dampak berpacaran bagi anak SMA ....??????????
trisna desita Senin, 13 Februari 2012 | 18:17 WIB
artikellllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll................
...............

susah bgt buatnya.........        
    
yuanthii Rabu, 15 Februari 2012 | 17:09 WIB
duh kok gg adha yaw,,,
yag ingin dcri???:)
adhellia Rabu, 15 Februari 2012 | 18:53 WIB
susah??????????:P
zainal θ Kamis, 16 Februari 2012 | 09:55 WIB
kk artikelnya mana???
IRFAN ¢ Kamis, 16 Februari 2012 | 20:28 WIB
ma  yan tapi gak jelas 
asas @ Jumat, 17 Februari 2012 | 10:06 WIB
bagus
anisa @ Senin, 20 Februari 2012 | 14:36 WIB
emmmt beri contoh
 artikel yang ada kelas katanya seprti:
verba,nomina,pronomina,numeralia,adjektiva,dan adverbia donk,,yg
lengkp,sngkat,pdat dan jelas ya!!!!!!!!!!!!     
samsul Jumat, 24 Februari 2012 | 09:22 WIB
indonesia raya
samsul Jumat, 24 Februari 2012 | 09:23 WIB
hyoOo......
vita @ Sabtu, 25 Februari 2012 | 08:34 WIB
brrrriiiiiissssssssssssiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkk   
febby @ Kamis, 8 Maret 2012 | 17:27 WIB
mna artikelnyaaaaa??????????????
nindik @ Senin, 12 Maret 2012 | 18:04 WIB
mana artikel nya       
linda Selasa, 13 Maret 2012 | 13:48 WIB
pengen ikut berbagi nulis artikel tentang dunia   pendidikan..
M.CHOIRUL MA'ARIF Rabu, 14 Maret 2012 | 08:41 WIB
NGELU
ir.omex £ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:21 WIB
apa maksudnya   pendidikan 
ekha @ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:23 WIB
duchhh bngungg bngetzz ikhh susahh dechh
ir.omex £ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:24 WIB
apa maksudnya atikel pendidikan gak ngerti    
        
ir.omex £ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:25 WIB
susah bapa x
 
idrus ¤ Rabu, 14 Maret 2012 | 09:28 WIB
pengen cepet2 un       
ricky © Rabu, 14 Maret 2012 | 09:36 WIB
ya allah moga aku lulus di ujian nanti   
izzah @ Kamis, 15 Maret 2012 | 13:20 WIB
mgaaa sukses slaluuu
novi @ Jumat, 16 Maret 2012 | 18:49 WIB
ih bete da hari ncccc bet bet......................en gue tuh gie
zakit hati bangettt
novi £ Jumat, 16 Maret 2012 | 18:55 WIB
ih napa ya kuth zerin nagizzz tapi zekarng dah galagi btwww ada cowo
tuhh cihyy ganteng banget pplllzzz liat gue donkk eeemmm eh dia
zeyiummm ama gue aduhh gue gerogi banget ......................
rifatul musyarofah Sabtu, 17 Maret 2012 | 10:39 WIB
ilmu pengetahuan
riski16 @ Minggu, 18 Maret 2012 | 13:39 WIB
verY-verY fantastik lho 'tuk d'buat wacana.........
ardya jonathan ® Minggu, 18 Maret 2012 | 19:17 WIB
agar tau apa si sebenarnya artikel penddikan itu
retno ¢ Senin, 19 Maret 2012 | 14:04 WIB
hem,bnr2 menarik jika membuat artiket pendidikan,,,aplg menyoroti
pendidikan di indonesia.hem,apakah ada perbandingan antara pendidikan
di indonesia n diluar negeri,,,moga pendidikan di indonesia bisa jauh
lebih baik lagi n bisa menjadikan serta menghasilkan kader2 pelajar yg
cerdas n berbobot,,,n memilik kualitas yg bgus baik akhlaq maupun
karakter,,,hehehe
retno ¢ Senin, 19 Maret 2012 | 14:06 WIB
 wat q dr tidak tahu menjadi tahu
retno ¢ Senin, 19 Maret 2012 | 14:07 WIB
      
syarif Senin, 19 Maret 2012 | 21:08 WIB
bagaimana caranya
smail up θ Selasa, 20 Maret 2012 | 15:14 WIB
berpendidikan itu penting
tedi Senin, 26 Maret 2012 | 20:13 WIB
semoga terus maju web ini.... pendidikan itu peting bgt....
ardillah Sabtu, 31 Maret 2012 | 12:02 WIB
mmmm artikel menambah wawasan
SOBARUDIN ¤ Minggu, 1 April 2012 | 10:46 WIB
ANTARA PILIH SEKOLAH DAN SEKOLAH PILIHAN
Oleh : Sobarudin

Di lorong dekat ruang Tata Usaha (TU), dua orang siswa terlihat asyik
ngobrol santai  sambil menunggu Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
sebut saja SKHUN yang rencananya akan dibagikan oleh Sekretaris UN
yakni Wakasek Bidang Kurikulum pada pukul 09.00 WIB, tak sengaja saya
menangkap obrolan mereka, inti dari obrolan keduanya adalah rencana
mereka setelah lulus dari SMP ini akan meneruskan ke Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA). Satu orang terdengar ucapanya begitu antusias dan
optimis benar bahwa dirinya akan diterima di sekolah yang menjadi
tujuannya selama ini, yakni SMA paforit di Ibu kota Kabupaten yang
sudah tenar, sedangkan seorang lagi dengan nada datar dibarengi
kata-katanya  tidak begitu PD (baca Percaya Diri) karena hanya
berencana sekolahnya hanya di SMA kecamatan saja tidak seperti
temannya tadi di Ibu kota Kabupaten. Itulah obrolan singkat yang
menggambarkan fenomena pemilihan sekolah. 
Seiring berakhirnya Ujian Nasional (UN) tahun 2011 ini, sejumlah
sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan
Sekolah Menengah Atas  maupun yang sederajat dengan itu (MI, MTs dan
MA), maka waktu terakhir ini disibukan dengan masa Peneriman Siswa
Baru. Semua unsur terkait mulai sibuk dengan urusannya masing-masing
yang ada korelasinya dengan Penerimaan Sisiwa Baru. Pihak lembaga
pendidikan (sekolah) jauh hari sebelum UN dilaksanakan terkadang sudah
mempersiapkan dan melakukan serangkaian kegiatan guna menarik simpati
para calon siswa baru dan para orang tua murid, walaupun dengan
konsekwensi dana yang tidak sedikit. 
Kegiatan dimaksud biasa dikemas dengan kemasan lomba mata pelajaran
(Mapel), lomba bola volly, lomba sepak bola, lomba fulsal, lomba
pidato keagamaan, lomba tulis kaligrafi, mendongeng dll, yang
dikaitkan dengan momen ulang tahun lembaga yang bersangkutan. Hal
demikian dengan serius mereka lakukan dengan harapan utama penerimaan
siswa baru mendatang dapat meningkat dari tahun sebelumnya atau paling
tidak sama dengan sebelumnya.
Praktik demikian  memang tidak salah dilakukan sehingga perlu diberi
apresiasi, sebagai bentuk kegiatan yang berdampak positif terhadap
serangkaian kegiatan sekolah-sekolah sebagai peserta dari
masing-masing lomba yang bersangkutan untuk mempersiapkan diri, tumbuh
etos kerja untuk melatih dan berlatih dengan harapan  menjadi  
sekolah yang mendapat kemenangan pada tiap mata lomba yang
diselenggarakan untuk kemudian dapat mengangkat nama baik sekolahnya.
Berkaitan dengan rekruitmen siswa baru, sejumlah kegiatan seperti
disebutkan di atas, dipandang baik sepanjang dilakukan dengan cara
yang baik, elegan dan memperhatikan norma agama dan kesopanan.
Nampaknya ada fenomena paradok dengan apa yang terjadi dilapangan,
pada tingkat bawah terjadi praktik-praktik yang tidak mencerminkan
prilaku yang berpatokan padan norma seperti di atas,  persaingan
cenderung kurang sehat dan tidak fair,  sehingga ada sebagian sekolah
dengan menghalalkan segala cara, mulai dengan pemberian janji-janji
yang cenderung terlalu didramatisir sehingga terkesan muluk-muluk,
membuat opoini mendeskreditkan lembaga sekolah lain, memberikan
sejumlah bingkisan misterius, yang berisi  Pakaian Seragam Anak
Sekolah (PSAS), Tas, Sepatu, Alat Tulis, sejumlah perlengkapan sekolah
dan terkadang pemberian uang jajan.  Sedikit disayangkan, betapa
tidak,  belum saja siswa masuk ke lembaga tempat dimana dia akan
menimba ilmu, ternyata sudah di suguhi praktik-praktik yang bernuansa
suap dan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan. Hal ini
penting dikemukakan karena sekolah merupakan suatu lembaga untuk
menanamkan nilai- nilai positif, seperti nilai keagamaan, kejujuran,
sportifitas, disiplin, kemanusiaan dan  kemasyarakatan dll.
Berkaitan hal diatas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
oleh kita semua terutama para orang tua dalam pemilihan sekolah,
sehingga apa yang diharapkan oleh  orang tua dan anak dapat tercapai
dengan baik sesuai dengan harapan. 
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam rangka memilih sekolah
atau sekolah pilihan diantaranya :
1.	Faktor Internal
a.	Pastikan Tujuan / cita-cita
            Hal ini penting dilakukan agar orang tua dan anak tidak
keliru memilih  sekolah yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan
kedepan. Sebagai contoh apabila tujuan agar anaknya kelak menjadi
seorang Dokter, maka ketika akan menyekolahkan ke tingkat SLTA, maka
sebagai orang tua bisa memasukan anaknya ke SMA jurusan IPA atau SMK
jurusan keperawatan/medis, demikian halnya dengan tujuan yang lain
harus dicarikan sekolah yang sesuai dengan tujuan/cita-cita anak
kedepan.
b.	Pertimbangkan Kondisi Ekonomi Keluarga
            Rasanya jarang sekolah yang menyelenggarakan sekolah
secara gratis, sungguhpun mungkin ada 1-2 diantaranya sekolah yang
menyelenggarakan secara gtatisan seperti itu, tetapi itupun tidak
gratis total 100 %,  masih membutuhkan biaya tambahan di luar dana
Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), belum lagi tidak ada jaminan bahwa
sekolah gratis itu pasti kualitasnya sama dengan sekolah paforit lain,
sehingga ada sejumlah sekolah gratisan  tetapi ternyata dikemudian
hari ada indikasi menggiring peserta didik ke arah tertentu yang
konotasinya tidak baik.
Hal ini akan berdampak  buruk  bagi perkembangan anak didik dalam
mencapai tujuannya. Salah-salah dalam memilih sekolah tanpa
memperhatikan kondisi keuangan keluarga, maka bisa-bisa nanti siswa
mogok di tengah jalan gara-gara banyak serangkaian registrasi yang
belum terselesaikan.
c.	Beri Kesempatan Anak Untuk Memilih
          Maksud memilih disini adalah memilih profesi kedepan dan
memilih sekolah yang sesuai dengan tuntutan profesinya. Seorang anak
bukanlah sebuah boneka yang dengan suka-suka dapat diperlakukan oleh
orang tua untuk menuruti segala obsesinya, akan tetapi dia akan tumbuh
dan berkembang sesuai  masa dan dunianya masing-masing, seorang anak 
tahu persis posisi akademik dirinya.    Kewajiban orang tua hanyalah
membantu membentangkan pilihan sekolah yang baik untuk kemudian
menyarankan kepadanya memilih yang terbaik dari yang baik dengan
pertimbangan potensi dan kondisi ekonomi keluarga.
2.	Faktor External
a.	Pilih Sekolah Yang Baik
      Berbicara sekolah yang baik memang beragam pendapat,
pendapat-pendapat itu secara sederhana dapat di kelompokan menjadi ;
-	Sekolah yang memiliki gedung dan sarana prasarana yang lengkap,
-	Sekolah mempunyai visi dan misi yang berorientasi kedepan dan
menasional bahkan kalau memungkinkan internasional,
-	Sekolah yang selalu berorientasi pada standar kinerja profesional,
-	Memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pengetahuan dan
kompetensi
-	Berpartisipasi dan Bertanggung Jawab terhadap siswa,
-	Menjalin budaya kerjasama yang baik antara manajemen, guru dan
siswa,
-	Menggunakan dan konsisten pada aturan: Kepastian dalam melakukan
tindakan,
-	Mengembangkan kehidupan yang memberikan peluang kepada guru dan
siswa untuk berkreasi,
-	Kerjasama diterima oleh semua pihak dan tujuan diinformasikan secara
jelas,
-	Kerjasama dan konsensus dalam kegiatan sekolah,
-	Keterlibatan Orang Tua,
-	Pelatihan Internal bagi Guru.
b.	Pilih Sekolah Mudah Di Akses
         Maksudnya adalah diupayakan benar letak lokasi suatu lembaga
pendidikan yang akan kita tuju itu benar-benar mudah di akses. Bisa
masuk kendaraan bermotor (sepeda motor atau mobil). Mudah diakses oleh
internet dll. Hal ini penting dilakukan mengingat keterlibatan orang
tua terhadap jalannya suatu lembagan pendidikan mutlak adanya,
biasanya diwujudkan dalam wadah yakni Komite Sekolah.
3.	Perhatikan Komitmen Lembaga Terhadap Alumnus
           Sepintas hal ini seperti sepele, padahal hal ini cukup
penting dilakukan, karena fakta dilapangan tidak sedikit lembaga
pendidikan dalam perjalanan menjalankan fungsinya terjebak pada
praktik bisnis oriented, maksudnya kurang memperhatikan nasib para
alumnusnya kedepan setelah tamat dari lembaga miliknya, mau sukses
atau nganggur aja itu tidak menjadi perhatian, yang menjadi pusat
perhatian seriusnya hanyalah bagaimana memperoleh siswa yang maksimal
dengan harapan kontribusi dari peserta didiknya menjadi sesuatu yang
menggembirakan.
            Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tertentu biasanya
telah mengadakan hubungan kerjasama dengan dunia usaha atau industri.
Hal semacam ini pertanda lembaga pendidikan itu telah mempunyai
kredibilitas dan reputasi baik sehingga mendapat pengakuan dan
kepercayaan dari dunia usaha atau industri.

Kesimpilan:
1.	Orang tua berkewajiban terhadap masa depan pendidikan anak, karena
anak akan hidup pada masa dan jaman yang berbeda dengan orang tua,
dunia penuh tantangan, fenomena sosial kemasyarakatan yang komplek dan
senantiasa berubah secara dinamis. 
2.	Pemilihan lembaga pendidikan secara cerdas merupakan wujud langkah
positif guna mempersiapkan anak untuk hidup survive di jamannya. Anak
adalah amanah dari Allah untuk dididik dan dijaga dari hal-hal yang
tidak baik.
3.	Bermusyawarah, berdialog, berdiskusi dengan anak secara santun
dalam memilih suatu lembaga pendidikan yang akan dimasuki merupakan 
suatu keniscayaan, sehingga kesalahan dalam hal pemilihan lembaga
pendidikan itu dapat diminimalisir.
Demikian tulisan sederhana ini... 
” Selamat memilih dan memasuki lembaga pendidikan yang terbaik dari
yang baik untuk masa depan yang lebih baik”
SOBARUDIN ¤ Minggu, 1 April 2012 | 11:26 WIB
LIMA TIPE GURU DI MATA SISWA
Oleh : Sobarudin,S.Ag.
Saya pernah ngobrol dengan salah seorang guru sewaktu  ngajar di SMK
swasta di Kuningan,  beliau bercerita bahwa pernah kejadian dia hendak
masuk kelas jam pertama, para siswa sedang berkumpul di depan kelas,
salah satu kebiasaan yang kurang baik memang,  tiba-tiba para siswa
menengok ke arahnya dengan tidak diduga serempak para siswa itu
berucap “ Astagfirullah Al adziim....”( dengan suara tidak terlalu
keras namun terdengar). Dia tersenyum menutupi rasa kemarahannya,
karena dia berusaha untuk diterima oleh siswa di kelas secara baik,
padahal dirinya tersinggung.
Itulah sekilas obrolan singkat yang menggambarkan bahwa reaksi siswa
terhadap guru beragam disetiap sekolah dan kesempatan maupun tempat.
Sebagai sebuah profesi yang idealnya di guru dan ditiru, seorang guru 
mengalami perlakuan yang beragam dari para siswanya. Ada kalanya guru
mendapat perlakuan yang menyenangkan, membanggakan, akan tetapi tidak
sedikit mendapati perlakuan yang kurang enak bahkan cenderung
menyakitkan.
Berikut pengelompokan guru berdasarkan kehadirannya di sekolah dimata
siswa:	
1.	Guru Wajib
Sosok guru katagori ini adalah seorang guru yang senantiasa
kehadirannya disenangi dan dirindukan oleh para siswa. Tutur katanya
sungguh menyenangkan hati, jauh dari caci maki  dan merendahkan, penuh
motivasi, nasihat-nasihatnya ketika di kelas maupun diluar menyejukan
hati yang sedang gundah gulana, menghargai pendapat para siswa
sungguhpun terkadang salah, pandai mencarikan solusi alternatif
problem yang dihadapi para siswa, dalam kegiatan proses pembelajaran
dalam kelas  siswa merasa tidak digurui dan di dikte akan tetapi
dirangsang untuk mengaktualisasikan diri, siswa diberi kesempatan
mengekploitasi potensi diri, ketika ngajar di selingi dengan guyonan
agar suasana tidak monoton sehingga siswa ceria  senang gembira
menerima materi.
Tidak memperlakukan diskriminasi terhadap siswa yang kurang mampu,
mereka diperlakukan sama seperti anak sendiri, menghargai prestasi
yang diraih anak didik walaupun nampaknya  tidak seberapa, ketika ada
persoalan di rumah dibantu mencarikan solusi.
Pendek kata kehadirannya sungguh dinanti dan membawa manfaat dan
ketika tidak hadir atau tidak ada, seluruh siswa dan warga sekolah
merasa kehilangan.
2.	Guru Sunah
Guru katagori ini ditandai ketika keberadaannya di sekolah seluruh
siswa dan seluruh warga sekolah mendapatkan manfaat baik darinya, dia
pandai bersosialisasi dengan siswa dan rekan kerjanya, kriterianya
hampir sama dengan katagori guru Wajib akan tetapi bedanya ketika guru
itu tidak ada, di sekolah tidak terjadi apa-apa  dan semua tidak
merasa kehilangan.
3.	Guru Mubah
Guru katagori ini ditandai ketika keberadaannya  di sekolah seluruh
siswa tidak mendapat pengaruh apa-apa, tidak membawa manfaat kebaikan
maupun kejelekan akan keberadaannya. Demikian halnya sebaliknya ketika
dia berhalangan hadir, maka ketidak hadirannya tidak membawa pengaruh
apa-apa, kegiatan di sekolah berjalan seperti biasa, Pendek kata guru
katagori ini keberadaan dan ketidak beradaannya tidak mendatangkan
kebaikan maupun kejelekan bagi siswa maupun lembaga tempat dimana dia
mengajar.
4.	Guru Makruh
Guru katagori ini ditandai keberadaannya di sekolah, para siswa merasa
tidak nyaman dan suasana belajar kurang kondusif, aktivitas siswa
kurang lepas seolah-olah ada ganjalan yang menghambat pengembangan
potensi diri, siswa seolah-olah ada jarak pemisah dengannya,
pelanggaran yang dipandang siswa sepele seolah-olah dibesar-besarkan
dan berdampak serius dan berdampak sistemik, setiap kehadirannya ada
saja permasalahan yang terjadi.
Ketika mendengar suaranya saja padahal belum masuk kelas, suasana
siswa di kelas sontak kaku dan cenderung ketaatan semu. Pendek kata
guru katagori ini keberadaannya tidak disenangi siswa dan membawa
pengaruh tidak baik bagi aktivitas pembelajaran, ketidak hadirannya
justru membawa suasana yang lebih baik, nyaman dan kondusif bagi
proses belajar mengajar.
5.	Guru Haram
Guru katagori ini ditandai kehadirannya di sekolah justru membawa
suasana kurang nyaman, sedikit-sedikit terdengan kata-kata yang kurang
pantas dan kurang nyaman di telinga siswa, prilakunya kurang
bersahabat, tidak empati terhadap keluhan dan kesulitan yang dilami
siswa. Kata-katanya tidak menentramkan hati yang resah. Materi yang
disampaikan cenderung hanya bersipat asal sampai, jauh dari sentuhan
hati sehingga cenderung materi apapun yang dia sampaikan kepada siswa
itu tidak berbekas dan sulit difahami, masuk dari telinga kanan keluar
dari telinga kiri.
Ketidak hadirannya sangat dinanti para siswa karena prilakunya yang
kurang menyenangkan, apabila terdengar kabar bahwa guru katagori ini
berhalangan masuk ataupun sakit, maka secara spontan seluruh siswa
berucap “Alhamdulillah “, untung bapak itu tidak hadir atau semoga
sakitnya tidak cepat sembuh.
Begitulah sekelumit  Guru dan keberadaannya di sekolah, tulisan ringan
dan singkat ini disampaikan dengan harapan kedepan guru-guru di
sekolah agar menjadi guru Wajib adanya dimata siswa, karena para siswa
mendambakan suasana yang kondusif untuk menimba ilmu dan aktualisasi
diri, dapat menyongsong masa depan yang lebih baik.
Kepada rekan-rekan guru mari kita introspeksi diri, masuk katagori
manakah kira-kira diri kita dimata siswa...?, bimbinglah para peserta
didik kita agar dapat menjadi manusia seutuhnya yakni sukses  di
segala bidang dilandasi Iptek, Iman dan Taqwa yang paripurna. Peserta
didik adalah  calon pemimpin masa  depan bangsa yang akan menerima
estafeta tongkat kepemimpinan, yang merindukan suasana nyaman dan
kondusif dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua...


Penulis			: Guru SMPN 2 Cibingbin-Kuningan
Nama			: Sobarudin,S.Ag.
Nomor Hp		: 085316265128
No Rek Bukopin 	: 0901046218
Dra. Lisa Astini θ Minggu, 1 April 2012 | 12:40 WIB
Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Upaya menuju bangsa Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi
tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan program pendidikan
nasional. Ini disebabkan tenaga utama penggerak pembangunan nasional
adalah program pendidikan. Program pendidikan yang didapat diharapkan
untuk nantinya dapat menghasilkan sumber daya manusia pembangunan yang
harus diagendakan secara tepat jalur dan menjadi prioritas dalam
program pembangunan nasional ini.
Sehingga tantangan yang dihadapi pembangunan pendidikan sekarang
adalah menyediakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk
meningkatkan jumlah proporsi penduduk yang nantinya dapat
menyelesaikan pendidikan dasar sampai kejenjang pendidikan yang lebih
tinggi. Melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini, kita dapat
melihat bahwa pendidikan kita telah jauh dari harapan yang diamanatkan
oleh para pendahulu. Begitu panjangnya catatan hitam sejarah
pendidikan di Indonesia. Mulai dari persoalan masyarakat yang sulit
mendapatkan akses pendidikan, persoalan sistem pendidikan yang tak
memicu pertumbuhan mutu, persoalan kastanisasi pendidikan yang
mengelompokkan siswa berdasarkan nilai kognitifnya saja, karakter
pelajar yang semakin terpuruk, juga berbagai persoalan akibat
peraturan pemerintah yang semakin mengkerdilkan nilai pendidikan.
Dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi pendidikan nasional,
terutama pada pertama;  permasalahan  akses, yakni pemerataan
kesempatan bagi setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan,
kedua; permasalahan kualitas dan relevansi pendidikan, yang dapat
menyebabkan kurangnya daya saing lulusan. Dari
Permasalahan-permasalahan tersebut apabila tidak dicari pemecahannya
dapat menjadi kendala dalam mewujudkan cita-cita luhur itu.
Menghasilkan SDM yang berdaya saing tinggi juga menjadi tantangan
dalam pembangunan pendidikan dimasa mendatang. Hingga disini 
Pembangunan pendidikan Nasional diarahkan untuk mengembangkan seluruh
potensi kecerdasan manusia secara komprehensif. Didalamnya mencakup
kecerdasan intelektual, spiritual, social, emosional, estestis dan
kinestetis. Disamping itu pendidikan Nasional juga diarahkan untuk
mebangun karakter dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik yang
merupakan landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan
kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
melinda anisafitri £ Selasa, 3 April 2012 | 12:32 WIB
ku haram artikel pendidikan dari akkhu tadi bisa di tampil kan ya ,,,
please.....
           
hillda Kamis, 5 April 2012 | 09:51 WIB
contoh artikel kependidikan dan artikel pendidikan
Dunia Guru γ Rabu, 18 April 2012 | 11:54 WIB
artikel nya dimana

Mau komentar? Mau diskusi? Silakan tulis pesan: 
Nama:  
Website:  
Email:  
Nomor HP:  
Pesan:  
Nama tokoh wayang:  gatot
Beritahu teman-teman Anda:
Share on Facebook Share on Twitter


Copyright © 2012 Artikel Pendidikan   |   About   Privacy   Contact